Delapan Proyek Banprov di Purworejo dalam Proses Lelang

    


Suranto, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Purworejo - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Delapan proyek infrastruktur di Kabupaten Purworejo, dengan sumber dana dari bantuan keuangan Propinsi Jateng senilai Rp 36,2 milyar, tahun ini akan dilaksanakan. Kedelapan proyek ini, rehabilitasi satu jembatan dan tujuh ruas jalan milik Pemkab Purworejo.

Ketujuh jalan yang akan direhabilitasi, dan mengalami peningkatan, jalan Bagelen-Soko, senilai Rp 8,7 milyar, jalan Bapangsari-Tlogokotes senilai Rp 3 milyar, jalan Cangkrep-Kemanukan senilai Rp 6,5 milyar.

Jalan Durensari-Batas DIY (lanjutan) senilai Rp 2,9 milyar, jalan Karangduwur-Winong (lanjutan) senilai Rp 4 milyar, jalan Kemanukan-Soko senilai Rp 3,5 milyar, dan jalan ruas Bubutan-Watukuro senilai Rp 4 milyar.

Menurut Kepala Dinas PUPR Kabupaten Purworejo, Suranto, kegiatan tersebut saat ini sedang berproses pengadaan barang dan jasa (lelang). Diharapkan, bisa berjalan sesuai yang direncanakan oleh PPK.

“Karena bagaimanapun juga, kita harus membuat skedul terkait dengan penyelesaian pekerjaan tersebut,” ujar Suranto, Jum’at (18/09/2020).

Menurut Suranto, namanya lelang, kalau lancar akan didapat calon penyedia jasa. Karena proses tender, bisa juga gagal lelang. Namun kalau waktunya cukup, bisa diretender.

“Namun kita juga mempertimbangkan keterbatasan waktu di akhir tahun ini. Tentu PPK punya kewajiban untuk mengevaluasi lagi waktu yang tersedia,” kata Suranto, yang didampingi Prono Sumbogo, salah satu PPK pada kegiatan tersebut

Hal itu untuk mengantisipasi, jangan sampai nanti diluncurkan lelang, kemudian dilaksanakan, yang dilanjutkan dengan penandatanganan kontrak, namun waktunya tidak tercukupi, sehingga akan jadi permasalahan

Kalau sudah tanda tangan kontrak, jelas Suranto, tentu antara pihak satu dan pihak dua akan bersepakat untuk menyelesaikan pekerjaan .

“Kalau jauh-jauh hari sudah tahu bahwa pekerjaan itu tidak mungkin diselesaikan, apakah harus dipaksakan,” ujar Suranto.

Suranto berharap, mudah-mudahan ada regulasi baru dari pemberi bantuan keuangan ini untuk melangkah yang selanjutnya kalau itu terjadi gagal lelang.

Dikatakan pula oleh Suranto, bahwa apa yang disampaikannya, yang riil-riil saja. Kalaupun sampai terjadi hiruk pikuk dalam proses tender, itu bukan di wilayahnya.

“Mari kita sama-sama membangun Purworejo ini dengan kondusif, agar didapat hasil pekerjaaan yang maksimal buat masyarakat,” ajak Suranto.

Prono Sumbogo menimpali, satu jembatan yang akan direhabilitasi (penggantian), yakni jembatan ruas tiga Sedayu, jalan Banyuasin-Pagerharjo, dengan pagu anggaran Rp 3,6 Milyar.

Nantuk pekerjaan penggantian jembatan Sedayu tersebut, untuk tahun ini terpaksa dipending. Karena apabila ini tetap dipaksakan dilaksanakan di tahun 2020 ini, Justifikasi Teknis dari konsultan perencana, tak mungkin dilaksanakan. Justifikasi teknisnya merekomendasikan, bahwa pelaksanaan ini butuh waktu 210 hari.

“Dimungkinkan tidak dilaksanakannya tahun ini. Tapi tahun depan akan menjadi prioritas bagi kami,” kata Prono. (Jon)