Deklarasi Koster-Ace di Ubung, Giri Prasta Sapa dengan Lagu ‘Mungkinkah’

    


Ketua tim pemenangan pasangan Koster-Ace provinsi Bali, I Nyoman Giri Prasta menghibur dengan menyanyi saat deklarasi dukungan untuk Koster-Ace di Kalurahan Ubung - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Selain mampu menjadi pemimpin daerah, I Nyoman Giri Prasta ternyata juga pandai menghibur. Sebagai ketua tim pemenangan provinsi Bali, pasangan Koster-Ace, Giri Prasta sempat membawakan dua lagu yang cukup populer di masyarakat.

Lagu berjudul ‘Mungkinkah’ dari grup band Stinky dibawakan dengan sempurna diatas panggung deklarasi masyarakat Kalurahan Ubung, Minggu (5/3/2018). Di akhir acara usai memaparkan program unggulan pasangan ‘Satu Jalur’, audience kembali meminta Giri Prasta diatas panggung. Lagu country berjudul ‘Cotton Fields’ pun kembali menghibur.

Dalam pemaparannya, Giri Prasta mempertajam konsep one island, one management milik pasangan Cagub-Cawagub nomer urut 1 tersebut. Menurutnya, Bali harus terapkan konsep satu jalur, satu pulau, satu pola dan satu tata kelola untuk pembangunan kedepan.

“Saya berikan ilustrasi, Program Dana Bos oleh presiden Jokowi dapat Rp1 juta per siswa. Sementara kebutuhan masyarakat Rp 2,5 juta. Jadi nanti, Walikota/Bupati memberikan Rp 500 ribu, Gubernur Rp 1 juta dan semua sudah tercover. Apa itu tidak gratis?” ujar Giri Prasta, Minggu (4/3/2018).

Pola yang sama, dikatakan Giri Prasta juga berlaku untuk program kesehatan yang digelontorkan melalui program Krama Badung Sehat (KBS) dan terintegrasi dengan JKN-KIS Jokowi.

Sementara, I Wayan Koster mengungkap jika selama ini, penolakan reklamasi menjadi isu sensitif, Koster secara tegas menyampaikan, keinginan untuk melakukan reklamasi tidak diijinkan oleh alam semesta Bali.

“Tidak ada tempat (untuk reklamasi). Saya akan jaga ketat, biar konon sudah ada AMDAL maupun persyaratan lainnya, buat saya itu tidak cukup,” jelas Koster.

Koster meyakinkan, alam Bali harus dipandang juga secara niskala.

“Jangan ragu dengan saya. Siap ngayah secara total, skala nasional,” tambahnya demikian. (Way)