Dari Siapkan Makan Siang Ojol, Adopt a Family Kini Berdayakan Bisnis Terdampak Covid-19

    


Tim program Adopt a Family - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Pandemi Covid-19 yang berlangsung di Bali sampai saat ini memunculkan sebuah program sosial yang kemudian dikenal dengan Adopt a Family (AAF). Program itu diinisiasi oleh pasangan Mike dan Debby.

Keduanya sebelumnya bergerak di bidang pendidikan. Namun, kondisi keterpurukan ekonomi akibat pandemi, membuat Debby berpikir untuk melakukan aksi sosial terhadap warga yang benar-benar terimbas secara ekonomi.

“Setelah Nyepi terpikirkan konsep yang sekarang jadi adopt a family. Saat itu ada kekhawatiran, Bali pasti akan kena dampak virus ini mengingat, kita disini menggantungkan dari pariwisata,” ujarnya, Sabtu, 11 Juli 2020.

Dari situ, ia mulai mengumpulkan dana untuk membantu, dimulai dari pengemudi ojek online. Debby mengatakan, ia dan suaminya belum tahu bagaimana mencari data orang-orang yang benar-benar terdampak secara ekonomi.

Pasangan yang mengelola Ikigai Preschool & Kindergarten ini memulainya dari pendataan, kemudian berlanjut dengan verifikasi terhadap data yang telah ada.

“Awalnya kami memberikan makan siang kepada driver ojol. Semakin lama banyak yang support, baik dari finansial maupun kemampuan untuk membantu warga yang terdampak bisa kembali mandiri dan ada pemasukan,” jelas Debby.

Dari situlah program Adopt a Family berlanjut. Kalau sebelumnya hanya menyediakan makan siang untuk pengemudi ojol, berikutnya adalah membagikan food package atau sembako.

Paket bahan makanan itu dikirim setiap 2 minggu sekali selama pandemi berlangsung.

“Kami bedakan, food package untuk single dan family. Tentunya untuk keluarga lebih banyak paketnya, terutama beras,” kata Debby.

Sampai saat ini, Adopt a Family benar-benar menjangkau pemberdayaan keluarga yang kehilangan mata pencaharian mereka karena imbas dari sebaran virus corona.

Chris, sosok yang menangani bidang pemberdayaan atau empowerment menjelaskan, untuk mengetahui kondisi ekonomi sebuah keluarga yang benar-benar terpuruk, pihaknya menyebar 500 kuisioner.

Dari jumlah ratusan angket yang telah disebar, di seleksi menjadi 30 keluarga. Kemudian, dilakukan seleksi kembali dan didapat kisaran belasan keluarga.

“Sampai final, kita dapatkan 4 bisnis keluarga yang benar-benar dapat kita bantu dan diberdayakan. Sejauh ini, kita juga membantu dalam permodalan tanpa bunga,” jelas Chris.

4 bisnis itu yakni, Donat Kentang, Lumpia Bali, Ikan Bakar dan usaha Bakso. Usaha itu terpilih dengan pertimbangan, usaha atau pekerjaan sebelumnya terhenti karena dampak dari berhentinya aktifitas seperti, pariwisata atau menurunnya omzet karena pandemi.

“Dan, mereka tidak punya usaha lain untuk menopang ekonomi keluarga. Disitulah, kita bukan hanya membantu permodalan tapi juga bagaimana cara memasarkan, harapannya mereka lebih mandiri,” ujar Chris. (Way)