Dari Seminar The Power of Leadership IKIP PGRI Bali

    

Rektor Made Suarta: 3 Hal Untuk Sukses dan Jiwa Ngayah

Rektor IKIP PGRI Bali, Dr. I Made Suarta, S.H,.M.Hum - foto: Wahyu Siswadi/Koranjuri.com

Rektor IKIP PGRI Bali, Dr. I Made Suarta, S.H,.M.Hum – foto: Wahyu Siswadi/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Rektor IKIP PGRI Bali, I Made Suarta memberikan motifasi bahwa kesuksesan berawal karena berani memulai. Apapun yang dikerjakan dengan kesungguhan akan mendatangkan hasil. Hal itu ditekankan dalam sambutan pembukaan Seminar Akademik BEM IKIP PGRI Bali.

“Karena tidak ada kekuatan tanpa keinginan dan tekad yang kuat,” ujar Made Suarta, Selasa, 17 Januari 2017.

Rektor yang juga seorang seniman multi talenta ini mendorong kepada mahasiswanya tentang tiga hal untuk meraih kesuksesan yakni, disiplin, fokus, tekad dan kemauan yang keras.

Kedisiplinan dengan didukung tekad yang kuat akan memberikan kekuatan untuk meraih impian di masa mendatang. Sedangkan fokus pada satu tujuan, menurut Suarta, akan menyempurnakan untuk meraih cita-cita.

“Yang terpenting ada jiwa ngayah, iklas,” ujarnya.

Seminar Akademik yang mengambil tema ‘The Power of Leadership’ itu diadakan sebagai bagian kegiatan BEM di IKIP PGRI Bali. Kegiatan seminar, dikatakan rektor Made Suarta, menjadi bagian dari pendidikan karakter yang dikembangkan di kampus tersebut.

Bagian yang termasuk dalam kegiatan tahunan organisasi BEM diantaranya seminar internasional yang dilakukan setahun sekali dan seminar nasional yang diadakan setidaknya sekali dalam setahun.

“Ini skala regional. Karena selain melibatkan IKIP PGRI Bali juga melibatkan PTS,” jelas Made Suarta.

Dipilihnya Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta sebagai pembicara tunggal dalam seminar itu, menurut I Made Suarta, akan menjadi motifasi tersendiri bagi mahasiswa untuk menjadi pemimpin daerah.

Wagub Sudikerta, memiliki latar belakang panjang untuk meraih sukses besar seperti sekarang. Dari anak desa di wilayah Pecatu, Kuta Selatan, kini Ketua DPD Partai Golkar Bali itu meraih kesuksesan sebagai pemimpin daerah.

“Cerita pak Wagub bisa menjadi motifasi kuat bagi mahasiswa bagaimana mengelola power of leadership. Tapi apapun itu, setiap orang dilahirkan sebagai seorang pemimpin, tergantung bagaimana kita mengelolanya,” jelas Made Suarta.
 
 
Way