Dari Peringatan HPN: Mahkota Wartawan Ada di Tulisan

    


Suasana tasyakuran HPN 2019 yang diselenggarakan PWOI Purworejo, Sabtu (16/2) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Bertempat di kantor Balai Wartawan jalan Jenderal Urip Sumoharjo, Purworejo, Sabtu (16/2), berlangsung tasyakuran Hari Pers Nasional tahun 2019. Tasyakuran ini diadakan oleh PWOI (Perkumpulan Wartawan Online Independen) Kabupaten Purworejo.

Tasyakuran yang dihadiri seluruh anggota PWOI Purworejo ini, juga dihadiri perwakilan Humas Pemkab Purworejo, Ketua Pewarta Purworejo, juga para sesepuh wartawan Purworejo.

Sebagai puncak acara, dilakukan pemotongan tumpeng, yang dilakukan oleh Ketua Pewarta Purworejo, Edi Suryana, dan diberikan kepada Daniel Raja Here, selaku Ketua PWOI Purworejo.

Dalam sambutannya, Ketua Pewarta Edi Suryana berpesan, agar wartawan bekerja secara profesional untuk media masing-masing, dan jangan terpancing dengan upaya memecah belah wartawan. Hal tak jauh beda, juga disampaikan Daniel Raja Here.

“Pers punya tugas yang mulia di era digital ini, melalui pendidikan dan memberikan informasi, saya berharap media mainstream dapat menjadikan rujukan masyarakat untuk mencari informasi yang benar,” kata Daniel dalam sambutannya.

Daniel juga berpesan, dalam melaksanakan tugas peliputan di lapangan, wartawan harus sesuai dengan kode etik jurnalistik. Sehingga menghasilkan karya dengan data yang akurat dan valid, yang dapat dipertanggungjawabkan kepada semua pihak.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Nas Imam, salah satu sesepuh/wartawan senior Purworejo menceritakan tentang sejarah pers Indonesia, sejak jaman perjuangan, orde baru, hingga reformasi. Ahmad Nas Imam juga memberikan banyak pesan-pesan, berdasarkan pengalamannya selama puluhan tahun jadi wartawan.

“Mahkota wartawan itu ditulisan, dengan berkarya, untuk menjaga kepercayaan masyarakat,” kata Ahmad Nas Imam berpesan.

Usai menggelar acara tasyakuran, dilanjutkan dengan kunjungan ke keluarga Marsono, penderita gagal ginjal di Gintungan, Gebang. Pada keluarga Marsono, dari PWOI Purworejo memberikan sekedar tali kasih, sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. (Jon)