Dari Dana Desa, Embung di Desa Loleoen, Rote Ndao, Jadi Berkat untuk Masyarakat

    


Pj Kades Loleoen Martinus Menno, menunjukkan Embung yang dibangun dari dana desa di tahun 2018 - foto: Isak Doris Faot/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Desa definitif sejak 2018 di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur ini mendapatkan kucuran Dana Desa. Setahun berdiri, Desa Loleoen, Kecamatan Lobalaian di Kabupaten ujung Selatan Indonesia itu mengantongi Dana Desa sebesar Rp 1.127.057.600.

Pj Kepala Desa Loleoen Martinus Menno mengatakan, jumlah itu berasal dari Dana Desa (DD) senilai Rp 756.434.000 dan Alokasi Dana Desa (ADD) senilai Rp 370.623.600.

Martinus menambahkan, uang itu dimanfaatkan untuk membangun infrastruktur seperti embung, jalan, jembatan, hingga fasilitas sosial.

“Jadi kami pastikan bahwa yang kami bangun itu memiliki manfaat besar bagi rakyat,” kata Martinus, Selasa (11/6/2019).

Salah satu Embung yang dibangun dengan dana desa menghabiskan Rp 200.037.000. Embung itu terletak di Dusun Menggi. Kehadiran Embung itu menurut warga, menjadi berkat tersendiri untuk mereka.

Air dari Embung tersebut digunakan untuk mengaliri persawahan warga dan tanaman palawija yang banyak ditanam warga di sekitar Embung.

“Jadi Embung ini punya tiga fungsi, pertama untuk menopang ladang, sawah tadah hujan yang dekat lokasi, air untuk ternak serta air yanh digunakan warga untuk menanam Palawija,” kata Martinus.

Martinus Menno menambahkan, ada lima bidang yang difokuskan di Tahun Anggaran 2018 yakni, Penyelengaraan Pemerintahan, Pelaksanaan Pembangunan Desa, Pembinaan Masyarakat Desa, Pemberdayaan masyarakat Desa serta penyertaan Modal untuk Pembentukan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

Sementara, Yusuf Ndun (60), petani asal dusun Manggi mengaku senang dengan adanya Embung di Dusun tersebut.

“Jadi sebelumnya tidak ada air, tapi dengan ada Embung ini, kami bisa menampung air hujan, sehingga ternak bisa minum, dan kami juga bisa menanam sayuran usai panen sawah tadah hujan,” kata Yusuf. (Zak)