Dari Bali, Keiski Group Lirik Bisnis Hiburan di Nusa Tenggara dan Borneo

    


Founder dan CEO Keiski Group Ren Tobing (kiri) dan Director of Commercial Keiski Group Nadya Shera, bersama para entertainer yang memeriahkan grand launching Loca Luna Bay Club, Jumat, 23 Agustus 2019 - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Keiski Group mengembangkan property bisnis pariwisata di Bali. Founder dan CEO Keiski Group Ren Tobing mengatakan, terbaru dari bidang usaha kepariwisataan yang dikembangkan yakni, Loca Luna Bay Club yang berada di Hotel The Crystal Luxury Bay Resort.

Hotel dengan 213 kamar itu di bagian rooftop disulap menjadi Club yang sarat dengan atmosfer alam seperti sunrise dan sunset, hutan mangrove di tol Bali Mandara serta Teluk Benoa.

“Kita bergerak di bidang tourism dan pariwisata, seperti kita tahu 10 Bali Baru, menunjukkan Bali masih menjadi kiblat pariwisata nasional bahkan dunia. Branding yang mudah adalah melakukannya di Bali dengan Loca Luna Bay Club ini,” kata Ren Tobing, Jumat, 23 Agustus 2019.

Jika selama ini Keiski Group berkembang di property hotel, saat ini, kata Ren, mulai melirik industri pariwisata yang bersentuhan dengan entertainment sebagai penunjang kepariwisataan.

“Kita melihat kesempatan di Bali, maka kita besut sebuah produk baru dan unik dengan konsep Bay Club,” tambah Ren.

Sebagai bisnis hiburan yang pertama dikembangkan oleh Keiski Grup, Loca Luna Bay Club menjadi identitas pengembangan bisnis hiburan kepariwisataan di Indonesia. Ren menjelaskan, pihaknya tengah membidik market di Pulau Borneo dengan membuka hotel baru.

Di kawasan Mandalika, NTB, Keiski Group juga membidik market hiburan untuk mendukung keberadaan Sirkuit motoGP. Ren mengatakan, market hiburan yang bakal dibangun itu semata-mata bertujuan agar length of stay wisatawan lebih lama berada di suatu tempat wisata.

“Loca Luna menjadi embrio dari bisnis Keiski Group. Nah, dimana ada crowd, disitu ada oppurtinity untuk mengembangkan usaha,” ujarnya.

Director of Commercial Keiski Group Nadya Shera menambahkan, selama ini klub malam di Bali didominasi di wilayah Seminyak dan Jimbaran. Untuk merebut market di wilayah Nusa Dua, pihaknya memaksimalkan tamu yang berkunjung di Nusa Dua baik domestik maupun mancanegara.

“Nusa Dua sudah punya kelas premium, di sinilah justru menjadi sebuah peluang bisnis yang harus digarap dan kita punya modal strategis untuk itu,” terang Nadya yang akrab disapa Dea ini. (Way)