Dagangan Laku Keras Meski Tanpa Penonton, Laba Bersih Arifin per hari Segini

    


Arifin memamerkan uang hasil dagangan sebelum laga Persib vs Bali United di stadion Ngurah Rai, Denpasar, Kamis (13/1/2022) - foto: Yan Daulaka

Dampak BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Ngurah Rai

KORANJURI.COM – Jika menyebut nama Arifin di area GOR Lila Bhuana, GOR Ngurah Rai dan Stadion Ngurah Rai, pastinya tak asing dan sudah tentu dikenal.

Pria berusia 58 tahun ini memang bukan siapa-siapa selain hanya berprofesi penjaga sekaligus petugas kebersihan di kawasan olahraga terbesar di jantung kota Denpasar ini.

Tapi jika ingin berurusan dengan pemakaian khususnya GOR Lila Bhuana, maka urusannya pasti dengan pria asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang menjadi sosok yang sangat penting sebagai pemegang kunci di seluruh pintu GOR.

Bahkan kunci rantai pembatas masuk area GOR dan parkiran stadion sekalipun ada di tangannya. Dan pernah suatu waktu, mantan Menpora RI, Imam Nahrawi dan rombongan sampai menunggu beberapa menit didepan tangga untuk bisa masuk gedung lantai II GOR, karena Arifin masih keluar.

Begitu pun beberapa pejabat penting, tokoh olahraga, klub atau atlit, bahkan staf dan pengurus KONI Bali yang berkantor di GOR tersebut juga harus rela menunggu untuk dibukakan pintu oleh ayah 3 anak ini.

Lalu bagaimana dengan pendapatan pria bernama lengkap Muhammad Arifin yang sudah mengabdikan hidupnya sebagai petugas kebersihan di GOR sejak tahun 2003 ini?

Ternyata, selain mendapatkan honor tetap Rp 2 8 juta dari KONI Bali, Arifin juga diperbolehkan berdagang dengan membuka kios kecil dekat parkiran utara stadion. Tapi sekali kali Arifin yang ditemani sang istri, Maisini juga menggelar dagangannya di pelataran GOR.

Nah, saat gelaran BRI Liga I 2021/2022 ini yang menjadikan Stadion Ngurah Rai sebagai salah satu venue, Arifin mengaku juga ketiban rejeki tambahan.

Rejeki tambahan memang tidak terlalu besar, namun Arifin merasa sangat cukup dan membantu dirinya yang menjadi tulang punggung keluarga, baik keluarganya di Lombok dan keluarga istrinya di Banyuwangi, Jawa Timur.

Diceritakannya, bahwa dalam sehari saat ada jadwal pertandingan, dia meraup untung bersih antara Rp 100.000 hingga Rp 300.000 ribu dibanding hari-hari biasa.

Dan kebanyakan pembeli adalah petugas keamanan, baik Polri ataupun TNI yang bertugas selama pertandingan berlangsung.

“Alhamdulilah, saat ada sepakbola begini saya bisa sehari dapat seratus sampai tiga ratus ribu. Lumayan ada tambahan rejeki,” ungkapnya.

Dengan penghasilan tambahan seperti ini, Arifin mengucapkan terima kasih untuk PT LIB dan panitia BRI Liga 1 2021/2022 kali ini.

“Terima kasih tak terhingga untuk PT LIB dan tentunya panitia. Doa saya semoga semua pertandingan di Stadion ini berjalan lancar tanpa hambatan apapun,” ujarnya. (Yan Daulaka)