Covid Melandai, Antusiasme Masyarakat Tetap Tinggi Ikuti Vaksinasi

    


Petugas Polsek Tembuku Kabupaten Bangli memantau vaksinasi lansia secara doot to door - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Antusiasme masyarakat terhadap penyuntikan covid sangat tinggi. Angka rata-rata harian mencapai 2 juta dosis. Sampai saat ini, lebih dari 220 juta suntikan vaksin telah diberikan kepada masyarakat.

Sedangkan WHO mentargetkan, 40% warga harus sudah divaksin lengkap sampai akhir tahun, dan Indonesia sudah melewati prosentase yang ditetapkan badan kesehatan dunia itu.

Di Bali, vaksinasi terus dilakukan dengan menyasar masyarakat di lingkungan Banjar atau desa. Polri dengan sigap memantau keamanan dan kelancaran jalannya vaksinasi.

Kapolsek Tembuku Bangli AKP I Putu Gede Ardana menjelaskan, jumlah yang divaksin pada kegiatan rutin yang ditingkatkan, rata-rata menghabiskan ratusan dosis vaksin.

“Seperti yang kami lakukan pada Rabu (17/11/2021), peserta vaksinasi di Desa Yangapi, Kecamatan Tembuku, Bangli, diikuti 111 peserta, dengan vaksin astra zeneca dan sinovac,” jelas Gede Ardana, Sabtu, 20 November 2021.

Ia menambahkan, untuk vaksin dosis I Astra Zeneca diberikan kepada 1 orang, dosis II vaksin Astra Zeneca diberikan untuk 62 orang, dosis I vaksin sinovac untuk 37 orang dan dosis II sinovac untuk 11 orang.

“Kami tetap mengimbau untuk menjaga jarak, mencuci tangan dan memakai masker. Kita semua tahu, disiplin prokes sangat efektif mencegah penyebaran virus corona. Disamping, untuk menciptakan rasa aman dan nyaman di tengah masyarakat, serta demi memutus mata rantai Covid-19,” kata Gede Ardana.

Sementara, juru bicara pemerintah dr. Reisa Broto Asmoro dalam keterangannya menyebutkan, program vaksinasi di Indonesia bukan tentang siapa yang divaksin, tapi siapa saja yang belum divaksin.

Program vaksinasi dibutuhkan untuk semua kalangan secara merata. Meski menurutnya, data hingga 19 November 2021, jumlah vaksin yang dimiliki Indonesia mencapai 350 juta dosis dalam bentuk bahan atau pun vaksin.

“Vaksin harus menjangkau orang-orang yang membutuhkan. Fokus kita bukan kapan vaksinasi ketiga, atau kapan vaksin booster akan dimulai, tapi berapa jumlah yang sudah divaksin lengkap,” kata Reisa dalam keterangannya di Jakarta. (Wahyu Siswadi/Kode:Way)