Catatan Kecil Menuju Satu Dasawarsa Koranjuri.com

    


Breast Yourself, kegiatan edukasi kanker payudara oleh Bali Pink Ribbon, Komunitas Pink Fighters Bali dan Artotel Hotel Sanur yang bermitra dengan Koranjuri.com - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Perjalanan media online Koranjuri.com di tahun 2019 ini telah sampai di usia 10 tahun, 2009-2019. Satu dasawarsa telah dilalui dengan beragam dinamika pemberitaan. Koranjuri.com berawal dari Pulau Dewata yang memiliki dinamika dan isu-isu yang berskala internasional. Mengingat, Pulau Bali sebagai jendelanya Indonesia.

Namun pada perjalanannya, portal berita dengan tagline ‘informasi itu penting’ ini pemberitaannya berkembang bukan hanya isu-isu yang muncul dari Bali saja. Dengan semakin banyaknya wartawan dan kontributor di luar Bali, termasuk di Jakarta, menjadikan Koranjuri.com sebagai portal berita yang mengangkat isu nasional.

Memasuki usia ke-10 tahun ini, Koranjuri.com menggelar perayaannya secara sederhana namun penuh makna dengan melakukan support kepada komunitas, maupun lembaga nirlaba yang berfokus pada bidang kemanusiaan maupun penyintas seperti penderita kanker payudara.

Bersama Artotel Hotel Sanur dan Bali Pink Ribbon yang merupakan lembaga nirlaba untuk para penderita dan survivor kanker payudara di Bali, Koranjuri.com bermitra dalam mengangkat kesaksian dan bagaimana menghadapi vonis penyakit yang saat ini menduduki peringkat pertama untuk kanker.

Pemimpin Redaksi Koranjuri.com Wahyu Siswadi mengatakan, melihat jumlah penderita kanker payudara yang berkecenderungan bertambah, perlu rasanya untuk mensosialisasikan pentingnya edukasi dalam melakukan deteksi dini, terutama untuk kaum perempuan.

“Kebetulan berdekatan dengan hari Kartini, kami bekerjasama dengan Artotel Hotel Sanur menggelar dialog untuk kaum perempuan dalam deteksi dini kanker payudara. Sebenarnya, bukan kaum perempuan saja, laki-laki juga perlu memahami bagaimana kanker itu berkembang dan seperti apa deteksi dini untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat,” jelas Wahyu, Selasa (23/4/2019).

Sementara, Marcom Manager Bali Cluster Shanty Arnaya menambahkan, perlu ada edukasi secara terus menerus akan potensi kanker payudara terhadap kaum perempuan.

“Ini sangat penting dilakukan (edukasi) dan media memiliki porsi penting dalam edukasi itu,” jelas Shanty.

Pengakuan dari penyintas kanker payudara Yovita Purwanti mengungkapkan bagaimana jumlah penderita kanker itu bertambah dari waktu ke waktu. Vita, panggilan akrabnya, divonis mengidap kanker payudara sejak 3 tahun lalu.

Kemudian ia bergabung dengan Pink Fighters Bali untuk melakukan edukasi hingga ke desa-desa pelosok di Pulau Dewata.

“Yang paling menyedihkan, dalam setiap Minggu anggota kami selalu bertambah, entah itu satu atau dua orang yang menderita kanker. Ini sangat memprihatinkan dan saya rasa perlu ada edukasi agar mereka terbuka dan berani memeriksakan diri sejak awal, tidak perlu takut,” jelas Vita.

Kembali lagi Wahyu menambahkan, banyak media massa baik online maupun cetak, memporsikan bagian pemberitaannya yang mengulas fakta terhadap kanker payudara.

“Banyak media yang peduli terhadap edukasi kanker payudara, dan kami berharap akan semakin banyak lagi,” ujar Wahyu. (Jean)