Busana Pengantin Seksi Tak Harus Vulgar

    


Foto: Ilustrasi/greatdress4u.wordpress.com

KORANJURI.COM – Sebagian besar perempuan ingin tampil cantik dan seksi. Apalagi di hari-hari penting dalam hidupnya. Diantaranya tampil seksi dalam balutan busana pengantin, itu wajar.

Menurut Cok Abi yang tampil sebagai pembicara dalam workshop Busana Tradisional Bali dan Modifikasi di Gedung Ksirarnawa, mengatakan, keinginan perempuan untuk berbusana seksi dan cantik bukanlah masalah.

“Seksi boleh tapi harus diingat bahwa seksi itu bukan vulgar ya,” ujar Cok Abi, Minggu (8/7/2018).

Dalam berbusana, khususnya busana pengantin, kata Cok Abi, memang perlu perhatian agar masyarakat tidak kadung sesat dalam menggunakan pakaian adat yang sudah menjadi bagian dari tradisi Bali.

Tak hanya berbicara soal berbusana yang baik dan benar, tentunya ada serangkaian peragaan busana adat ke Pura yang sesuai uger-uger.

Tak hanya Cok Abi, Tude Togog yang menjadi narasumber lain mengungkapkan, dalam berbusana ada beberapa hal yang harus dipahami.

“Berbusana harus ingat dengan desa, kala, dan patra,” jelas Tude Togog.

Workshop tersebut digagas oleh Nyonya Ayu Pastika. Ayu Pastika berharap agar workshop ini dapat menjadi bekal yang berguna untuk masyarakat Bali.

“Remaja sekarang suka praktis saja, sampai lupa kalau berbusana juga bagian tradisi dan adat di Bali,’ ujar Ayu Pastika mengingatkan generasi muda Bali.

Workshop mengambil topik Busana Pengantin Internasional (Bridal) dengan Sentuhan Bali. Ada tiga narasumber yakni, Cok Abi, Tude Togog dan Tjok Ratna Kora. Acara dipandu oleh Wiwien Gunaswika. (*)