Bupati Resmikan Gedung Teknik PDAM Purworejo

    


KORANJURI.COM – Pemotongan tumpeng oleh Bupati Purworejo Agus Bastian, dan diberikan kepada Direktur PDAM Tirta Perwitasari Purworejo, Hermawan Wahyu Utomo, menandai, diresmikannya gedung teknik dan peringatan HUT PDAM Purworejo yang ke 44, Senin (31/12) pagi.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan pemotongan pita dan pelepasan balon ke udara, serta peninjauan Bupati Purworejo beserta segenap tamu undangan ke ruangan gedung teknik.

Dalam kesempatan tersebut, Agus Bastian berharap, dengan bertambahnya usia, eksistensi PDAM Tirta Perwitasari akan semakin kokoh di masa-masa mendatang, dalam melayani masyarakat untuk memperoleh air bersih.

“Peringatan HUT ini merupakan momentum yang baik untuk melakukan evaluasi dan refleksi, agar mengetahui kekurangan dan kelebihan, sehingga mampu mewujudkan kondisi yang lebih baik di masa-masa mendatang,” kata Agus Bastian.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur PDAM Tirta Perwitasari Purworejo, Hermawan Wahyu Utomo menjelaskan, beragam kegiatan sosial telah dilaksanakan dalam peringatan HUT PDAM, dengan kegiatan donor darah keluarga besar PDAM, pembagian bibit kepada pelanggan PDAM, pemberian kontribusi dan bantuan kepada desa-desa tempat sumber air PDAM, pemberian bantuan pendidikan bagi siswa yang berprestasi dan kurang mampu di SMAN 1 Purworejo, pemberian bantuan kepada panti sosial jiwa di Plandi, serta pemberian bantuan bencana alam longsor di daerah Loano.

“Di usia ke 44 ini, kita mendapat kado istimewa, yaitu berhasil menaikkan grade dari rangking 106 pada tahun 2017 menjadi rangking ke 6I Nasional sebagai PDAM kategori PDAM sehat dari penilaian Kementrian PUPR melalui Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) dan kategori PDAM Baik dari penilaian BPKP, pada tahun 2018, dengan dasar penilaian meliputi 4 kriteria, keuangan, pelayanan, operasional dan sumber daya manusia,” jelas Hermawan.

Lanjut Hermawan, banyak perkembangan yang telah dicapai PDAM di tahun 2018, antara lain, pembangunan dan renovasi sistem peralatan-peralatan produksi, yaitu pembangunan IPA Boro 1 dan Boro 2, pembuatan Reservoar kapasitas 500 M2 di cabang Kutoarjo, pembangunan Reservoar di Tuksongo, Pembangunan Reservoar di Condongsari Banyuurip, Pengeboran Ulang (Redrilling di Pakis dan Condongsari, Banyurip) sehingga mampu menambah sambungan baru di wilayah Purworejo, Banyuurip, Bayan, Loano, Purwodadi, Kutoarjo dan Butuh.

“Di akhir tahun 2018 ini PDAM Tirta Perwitasari berhasil menaikkan lagi keuntungan dan deviden kepada Pemerintahan Daerah Kabupaten Purworejo sebesar 19,5 % dari tahun sebelumnya,” pungkas Hermawan. (Jon)