Bupati Purworejo Kalungkan Medali Emas Kepada Nabila

    


Nabila, berfoto bersama Bupati Purworejo Agus Bastian, didampingi Kepala Dindikpora Sukmo Widi Harwanto SH MM, Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Purworejo Yosiyanti Wahyuningtyas MPd, sang ayah Andi Handogo dan guru pendamping - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Bupati Purworejo RH Agus Bastian, SE, MM mengalungkan medali emas kepada Nabila Talitha Sari (14), siswi kelas IX A SMP Negeri 2 Purworejo, Rabu (20/01/2021).

Nabila sukses meraih medali emas setelah menduduki peringkat kelima, pada ajang Kompetisi Sains Nasional (KSN) tahun 2020 tingkat SMP untuk mata pelajaran (mapel) IPS.

Bertempat di Ruang Bupati Purworejo, Nabila menerima penghargaan didampingi Kepala Dindikpora, Sukmo Widi Harwanto, SH, MM, Kabag Humas dan Protokol Setda Rita Purnama, SSTP MM, Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Purworejo Yosiyanti Wahyuningtyas, MPd, sang ayah Andi Handogo dan guru pendamping.

Pada kesempatan itu, Bupati menyampaikan selamat kepada Nabila yang telah meraih medali emas KSN 2020. Dirinya berharap kedepan Nabila dapat semakin lebih baik dan dapat mempertahankan prestasi yang telah diraih.

“Pemkab selalu memberikan dukungan terhadap majunya dunia pendidikan di Purworejo. Mudah-mudahan apa yang telah diraih Nabila dapat menjadi contoh bagi pelajar lainnya,” kata Bupati.

Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Purworejo Yosiyanti Wahyuningtyas MPd menjelaskan jika pada bulan November lalu melalui pengumuman yang disampaikan secara zoom meeting, Nabila sukses berada di peringkat kelima peraih medali emas pada ajang KSN tahun 2020 tingkat SMP mapel IPS.

Secara nasional, medali emas untuk masing-masing mapel yang dilombakan dalam KSN diambil peringkat 1 hingga 10. Prestasi yang diraih Nabila telah menambah daftar panjang prestasi yang diraih SMP N 2 Purworejo selama ini.

“Kami sangat bangga Nabila bisa membawa nama baik sekolah. Harapan kedepan SMP Negeri 2 Purworejo akan banyak menghasilkan siswa-siswi berprestasi baik ditingkat kabupaten, provinsi bahkan sampai tingkat nasional,” ujar Yosiyanti.

Sementara itu, Nabila mengatakan jika dirinya telah lama melakukan persiapan matang untuk mengikuti lomba yang sebenarnya telah dimulai pada bulan Maret 2020. Namun karena pandemi, pelaksanaan lomba diundur pada bulan September-November 2020.

“Karena lomba dilakukan secara daring, jadi banyak kendala teknis yang dihadapi. Jika kedepan lomba tetap melalui daring, mudah-mudahan sistemnya dapat diperbaiki agar lebih memadai dalam mengikuti lomba ditingkat nasional,” tutur Nabila.

Nabila juga sempat memberikan pesan kepada siswa-siswi lainnya agar tidak mudah lelah untuk terus belajar.

“Jangan mudah menyerah karena kondisi pandemi saat ini. Kita tetap dapat berprestasi dirumah sebenarnya,” imbuh Nabila. (Jon)