Bupati Purworejo Awali Tarhim di Desa Rasukan, Ngombol

    


Bupati Purworejo RH Agus Bastian, SE, MM, saat melakukan kegiatan tarawih silaturahim (tarhim) pertamanya di tahun 2022 di Masjid Al-Istiqomah Desa Rasukan Kecamatan Ngombol, Senin (04/04/2022) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Bupati Purworejo RH Agus Bastian, SE, MM, melakukan kegiatan tarawih silaturahim (tarhim) pertamanya di tahun 2022 di Masjid Al-Istiqomah Desa Rasukan Kecamatan Ngombol, Senin (04/04/2022).

Turut serta dalam rombongan diantaranya Wakil Bupati Hj Yuli Hastuti SH, Ketua TP PKK Hj Fatimah Verena Prihastyari, SE, Sekda Drs Said Romadhon, Kepala Dindikbud, Kepala Dinperintransnaker, Kepala DPPPAPMD, Kepala Disdukcapil, Kabag Pemerintahan, Kabag Prokopim, Kabag Kesra, Direktur Perumda Tirta Perwitasari, serta perwakilan dari Baznas Kabupaten Purworejo.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyerahkan bantuan uang dari Baznas yang diserahkan kepada 10 warga Desa Rasukan. Selain itu juga menyerahkan perlengkapan alat sholat diantaranya berupa sarung, mukena dan sajadah.

Dalam sambutannya, Bupati Agus Bastian mengingatkan warga akan pentingnya protokol kesehatan utamanya menggunakan masker dalam pelaksanaan ibadah di bulan suci Ramadhan. Dikatakan, walaupun kasus positif Covid 19 terus mengalami penurunan dan sudah diperbolehkan nya pelaksanaan sholat tarawih berjamaah oleh pemerintah, dirinya berharap tidak menjadikan masyarakat abai dengan protokol Kesehatan.

“Saya juga mengajak seluruh masyarakat baik dewasa maupun pelajar yang belum divaksin, agar segera melakukan vaksin di sentra – sentra vaksinasi seperti Puskesmas dan Rumah Sakit paling tidak hingga dosis kedua,” pesannya.

Bupati juga menyoroti kenaikan harga minyak goreng dipasaran. Menurutnya, masyarakat diharapkan untuk bersabar menghadapi kenaikan harga minyak goreng yang diakibatkan dari kenaikan harga minyak dunia ini.

“Disamping menggunakan alternatif memasak selain menggoreng, saya juga berharap agar masyarakat dapat membeli minyak goreng curah dengan harga yang lebih terjangkau,” katanya.

Dikatakan, menyikapi tingginya harga minyak goreng, Pemerintah menggelontorkan bantuan langsung tunai (BLT) minyak goreng. Hal ini dilakukan untuk meringankan beban kalangan mayarakat yang kurang mampu mencukupi kebutuhan minyak. Pemerintah pusat juga telah mendata para penerima BLT minyak goreng tersebut, yakni 20,5 juta untuk keluarga penerima BPNT dan PKH, kemudian sebanyak 2,5 juta untuk para PKL.

“Semoga bantuan ini dapat segera terealisasi dan para penerima manfaat di Kabupaten Purworejo dapat segera menerima bantuan tersebut,” harapnya. (jon/adv)