Bupati Purworejo Akan Perhatikan Kesejahteraan Aparat Desa

    


Bupati Purworejo Agus Bastian, saat membuka Rakerda Polosoro di Yogyakarta, Sabtu (05/09/2020) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Bupati Purworejo Agus Bastian akan memperhatikan kesejahteraan aparat desa termasuk juga kepala desa, yang pengabdiannya tak mengenal waktu, bersiaga setiap dibutuhkan masyarakat.

Bupati menyadari, kepala desa dan perangkat desa merupakan ujung tombak pembangunan. Karena itulah, pengabdian ini harus diapresiasi.

Hal itu disampaikan Bupati Purworejo di hadapan ratusan kepala desa pada upgrading dan Rakerda Polosoro Kabupaten Purworejo, di sebuah hotel di Yogyakarta, Sabtu (5/9).

Dalam Rakerda yang berlangsung hingga Minggu sore (6/9) tersebut, juga dihadiri Kadinpermades Agus Ari Setiadi, Ketua Polosoro Kabupaten Purworejo Suwarto, dengan menghadirkan narasumber Prof Doktor Fajar Sujarwo Guru besar FISIPOL Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta.

Bupati sangat mengapresiasi gerak cepat pengurus Polosoro periode 2020-2023, yang segera melakukan rapat kerja usai dilantik dan dikukuhkan beberapa waktu lalu. Selain sebagai wahana untuk mempersiapkan langkah dan program kerja ke depan, kegiatan yang dirangkai dengan upgrading ini sekaligus diharapkan bisa meningkatkan kualitas anggota Polosoro sebagai aparat pemerintah desa.

Dikatakannya, rapat kerja tersebut merupakan momentum penting dalam merealisasikan langkah dan program ke depan, guna mempertahankan dan meningkatkan eksisteni Polosoro.

“Melalui raker ini saya berharap, apa yang sudah dirumuskan dalam musyawarah daerah bisa segera direalisasikan, dengan tetap bersinergi bersama pemerintah daerah dan komponan masyarakat lainnya. Tentunya untuk pembangunan dan mewujudkan masyarakat yang semakin sejahtera,” ujar Bupati.

Terkait UU Nomor 6/2014 tentang Desa kata Bupati, bahwa UU tersebut merupakan salah satu komitmen untuk mendorong perluasan kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Saat masih di DPR RI, ungkap bupati, dirinya ikut merumuskan agar UU Desa ini. Dengan adanya UU ini, disamping mendorong perluasan kesejahteraan, juga diharapkan bisa semakin menyempitkan disparitas atau kesenjangan wilayah.

” Alhamdulillah Undang-Undang Nomor 6/2014 dapat terealiasasi,” kata bupati.

Sementara itu Ketua Polosoro Suwarto mengatakan, Rakerda ini akan kita gunakan untuk merumuskan program kerja tiga tahun kedepan, dan berharap akan dapat bekerjasama dengan Pemkab Purworejo untuk mulyonya Purworejo dan joyonya Polosoro.

“Terkait Pilkada, kami Polosoro netral, dan tidak mendukung siapapun, karena Polosoro bukan mesin politik. Namun kalau secara pribadi monggo silahkan. Meski berbeda pilihan, tapi Polosoro tetap satu. Nantinya siapapun yang terpilih jadi bupati wakil bupati, Polosoro akan siap mendukung sepenuhnya,” ujar Suwarto.

Ketua penyelenggara, Dwinanto, yang juga Kades Krandegan menjelaskan, Rakerda dilaksankan dua hari Sabtu dan Minggu dengan melibatkan peserta sebanyak 120 pengurus dan anggota Polosoro yang merupakan perwakilan dari 16 kecamatan se Kabupaten Purworejo.

“Kegiatan Rakerda dan upgrading bertujuan untuk membekali semua pengurus agar dalam melaksnakan tugas amanah dan dapat berjalan dengan baik. Juga agar dalam bekerja dapat produktif untuk masyarakat dan untuk Kabupaten Purworejo,” kata Dwinanto. (Jon)