Buntut Penganiayaan Sopir Berujung Maut, Belasan Karaoke di Purworejo Tutup Sementara

    


Kasatpol PP dan Damkar Kabupaten Purworejo, Hariyono (tengah), saat memberikan pengarahan kepada belasan pengusaha karaoke Purworejo, Jum'at (02/12/2022) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Buntut penganiayaan sopir berujung maut di Cafe & Karaoke Ratan Miring, Butuh, Purworejo, Jateng pada Sabtu (26/11/2022) dinihari yang videonya viral, Satpol PP Kabupaten Purworejo langsung ambil tindakan.

Belasan pengusaha karaoke yang ada di Purworejo, Jum’at (02/12/2022), dikumpulkan satpol PP untuk diberikan pengarahan. Hal itu sebagai bentuk tindakan aparat dalam rangka menjaga kondusifitas setelah peristiwa penganiayaan berujung maut terjadi.

“Para pengusaha kita himbau kembali untuk menutup sementara tempat karaoke selama satu minggu pasca kejadian penganiayaan tersebut. Himbauan ini sebenarnya juga sudah disampaikan sejak beberapa hari yang lalu,” jelas Hariyono, Kasatpol PP dan Damkar Kabupaten Purworejo, usai pertemuan.

Diungkapkan oleh Hariyono, pihaknya mencatat, setidaknya ada 19 tempat hiburan malam karaoke di Kabupaten Purworejo. Dari jumlah itu, hanya satu yang sudah mempunyai izin.

Hariyono mendorong kepada semua pengusaha karaoke untuk melakukan perizinan. Dari jumlah 19 yang terdata, hanya 15 yang masih aktif, dan 1 yang sudah lengkap izinnya.

Dalam pertemuan itu Satpol PP juga turut mengundang Dinas Pariwisata dan Dinas Perizinan guna memberikan arahan kepada para pemilik usaha karaoke. Tak hanya soal ijin, mereka juga diberikan pengarahan terkait keamanan ditempat kerja.

“Peizinan ini nantinya akan difasilitasi oleh Dinas Perizinan, Dinas Pariwisata dan Dinas PUPR,” kata Hariyono.

Dia menyebut, penutupan tempat karaoke ini sebatas himbauan, karena pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk menutup. Jika hal itu tidak dilaksanakan, menurut Hariyono, berarti itu suatu bentuk ketidakpatuhan terhadap aparatur pemerintah.

Menurut Daryanto, salah satu pemilik karaoke, himbauan penutupan menyeluruh tempat karaoke merupakan sebuah kebijakan yang merugikan sebagian besar tempat karaoke.

Menurutnya, jika yang menjadi tempat permasalahan hanya satu tempat karaoke, maka sebaiknya yang ditutup adalah tempat karaoke yang memiliki masalah tersebut dan tidak semua tempat karaoke harus ditutup.

“Tempat yang membikin permasalahan itu yang ditutup, jangan semua,” kata Daryanto saat pertemuan. (Jon)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS