BUMDes ‘Karya Muda` Desa Krandegan Rintis Toko Online dan Ojek Online

    


Dwinanto, Kepala Desa Krandegan, Bayan, Purworejo - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Ada yang unik dari pendirian BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) ‘Karya Muda’, Desa Krandegan, Bayan, Purworejo ini. Umumnya, BUMDes banyak bergerak di bidang perdagangan, pertanian, wisata, dan jasa. Bentuk usaha yang banyak diambil, toko modern, pom mini, PPOB, pertanian, dan perkebunan.

Namun di Desa Krandegan, BUMDes Karya Muda bergerak di bidang teknologi informasi. Bidang ini jarang dilirik oleh BUMDes lain. BUMDes Karya Muda melayani beragam layanan di bidang teknologi informasi, seperti pemasangan jaringan internet, pembuatan web, pembuatan aplikasi, bahkan mengelola toko online dan ojek Online.

“Toko online BUMDes Karya Muda yang bernama Tokodesaku menampung ratusan dagangan milik warga Desa Krandegan, dan saat ini sedang dikembangkan ke luar desa,” jelas Dwinanto, Kades Krandegan, Kamis (05/11/2020).

Dengan aplikasi Tokodesaku, kata Dwinanto, memudahkan para pelaku UMKM untuk meluaskan jangkauan pemasaran produknya. Sementara aplikasi ojek online bernama NGOJOL, saat ini digawangi oleh sekitar 100 driver motor dan mobil.

Targetnya, ungkap Dwinanto, akhir tahun 2020 sudah ada 500 driver. Aplikasi ini sangat membantu menghubungkan warga yang butuh jasa ojek, dengan warga yang bekerja sebagai tukang ojek.

“Selain membantu warga dalam mengembangkan usahanya dan membuka lapangan usaha baru, Tokodesaku dan NGOJOL ke depan juga diharapkan menjadi penghasil uang yang masuk ke desa berupa pendapatan asli desa,” kata Dwinanto.

Lebih jauh Dwinanto menjelaskan, pilihan mendirikan BUMDes dengan bidang usaha yang tidak seperti BUMDes lainnya bukanlah tanpa alasan. Setidaknya, ada tiga alasan kenapa pilih bidang Teknologi Informasi tersebut.

Yang pertama, kata Dwinanto, dia ingin membangun BUMDes yang tidak mengambil ceruk ekonomi warganya. Jangan sampai kehadiran BUMDes akan mengganggu ekonomi warga, tapi kalau bisa justru membantu dan mengembangkannya.

“Kalau kami membuat toko modern, misalnya, kasihan warga yang punya toko dan warung. Demikian juga jika kami membuat pom mini, tentu akan mengganggu warga yang memiliki usaha penjualan BBM eceran, kata Dwinanto beralasan.

Alasan lainnya, menurut Dwinanto, karena ke depan, belanja digital desa akan meningkat seiring program Smart Village dan Desa Digital yang menjadi program Pemda Purworejo dan Kementerian Desa. Selain itu juga, karena dari hasil analisa, Desa Krandegan memiliki sumberdaya manusia di bidang teknologi informasi yang cukup banyak

“Saat ini BUMDes Karya Muda sedang mengerjakan aplikasi pesanan dari 20 desa sekitar, di samping mengembangkan marketplace Tokodesaku dan ojek online NGOJOL,” pungkas Dwinanto. (Jon)