Bule Pelaku Child Grooming Diamankan, 305 Anak Dibawah Umur jadi Korban

    


Subdit 5 Renakta Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya mengungkap pelaku child Grooming yang merupakan warga negara Perancis dengan korban 305 anak di bawah umur - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Kekhawatiran banyak pihak tentang child grooming berpotensi menimpa anak-anak di Indonesia, bukan tanpa dasar. Kejahatan seksual terhadap anak itu benar-benar terjadi di tengah masyarakat.

Kasus sex child grooming itu berhasil diungkap oleh Subdit 5 Renakta Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya. Pelaku merupakan warga negara Perancis dengan korban 305 anak di bawah umur.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, pelaku bernama Francois Abello Camille (65). Ia melakukan pencabulan di dua hotel di Jakarta selama kurun waktu 3 bulan.

“Jumlah korban itu didasarkan pada file folder yang ada pada Laptop tersangka. 17 korban yang sudah teridentifikasi berusia antara 14-16 tahun,” kata Yusri di Jakarta, Kamis, 9 Juli 2020.

Dari identifikasi yang dilakukan polisi, korban merupakan anak jalanan yang didandani sehingga terlihat menarik. Dalam melakukan pendekatan terhadap korbannya, pelaku mengatakan akan menjadikan anak-anak itu sebagai model.

Ketika korbannya menyetujui, pelaku justru meminta anak-anak itu untuk berpose telanjang. Kemudian dicabuli dan disetubuhi. Jika permintaannya ditolak, pelaku akan melakukan kekerasan fisik terhadap korbannya.

“Untuk anak korban yang mau disetubuhi diberikan imbalan Rp 250.000 sampai Rp 1.000.000,” jelasnya.

Yusri mengatakan, penyidik mendatangi lokasi Hotel Prinsen Park di jalan Mangga Besar, Tamansari, Jakarta Barat di Kamar 42. Di kamar tersebut penyidik mendapati WNA tersebut dalamkondisi setengah telanjang bersama dua anak perempuan dibawah umur.

“Mereka dalam kondisi telanjang dan setengah telanjang,” kata Yusri.

Child Grooming merupakan kejahatan seksual yang dilakukan oleh seseorang dengan ketertarikan terhadap anak dibawah umur. Mereka umumnya melakukan pendekatan untuk tujuan eksploitasi secara seksual terhadap korbannya. (Bob)