Bukaloka Bukukan Transaksi Rp 1,928 Milyar per September 2019

    


CEO Bukalapak Aditya Santana - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Bukaloka e-Commerce platform pertama dan terbesar di Bali mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp 1,928 milyar hingga September 2019. Transaksi itu didominasi penjualan destinasi wisata di Indonesia yang ditawarkan oleh pengembang aplikasi komersial elektronik itu.

CEO Bukaloka Aditya Santana mengatakan, aplikasi yang dikembangkan menjadi cara mudah orang mendapatkan liburan berbiaya terjangkau. Pihaknya saat ini menjalin kerjasama dengan destinasi wisata di Jawa Timur, Bali, NTB dan Yogyakarta.

“Yang kami sediakan bukan saja paket-paket wisata dan harganya, namun orang bisa mengatur sendiri biaya liburannya hanya melalui satu aplikasi ini,” jelas Aditya, Sabtu, 16 November 2019.

Mantan mahasiswa ITB STIKOM Bali ini menjelaskan, pihaknya melihat celah untuk menyederhanakan kebutuhan orang dalam memilih paket tour wisata. Jika umumnya, orang harus membuka beberapa portal wisata untuk mendapatkan perbandingan harga, namun di Bukaloka, semua itu tidak perlu dilakukan.

Fitur dan informasi tentang destinasi wisata sudah tersedia dengan harga yang ditawarkan. Harga yang masih dinilai melebihi plafond anggaran, Bukaloka menyediakan fitur untuk menurunkan harga sesuai kebutuhan.

“Di aplikasi kami, juga ada fitur aktifitas untuk melengkapi fitur destinasi wisata. Jadi, fitur aktifitas ini terkait apa yang dilakukan selama berlibur di destinasi yang sebelumnya sudah dipilih,” kata Aditya.

E-Commerce Bukaloka memang dikonsep sebagai jembatan dalam menemukan tujuan berlibur yang mudah, dan murah. Aditya mengatakan, paket liburan itu bisa dibeli dengan harga berselisih dari harga tiket on the spot.

Sementara, paket-paket liburan yang paling banyak dicari yakni destinasi Gunung Bromo di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

“Bali justru nomer dua, kemudian yang ketiga adalah Yogyakarta,” jelasnya. (Way)