Budi Wasono Ajak Masyarakat Purworejo Kawal Proses Pilkada 2020

    


Budi Wasono, anggota Komunitas Wong Purworejo di Jakarta, pemerhati politik alumni Fisipol UNS - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Beberapa partai politik di Kabupaten Purworejo, sudah mulai membuka pendaftaran bagi para calon yang ingin maju di Pilkada 2020, baik sebagai cabup maupun cawabup.

Hal ini, dinilai sebagai langkah yang positif. Penjaringan bakal calon cabup atau cawabup melalui system pendaftaran yang terbuka melalui partai politik, merupakan salah satu proses pendidikan politik.

Demikian dikatakan Budi Wasono, anggota Komunitas Wong Purworejo di Jakarta, seorang pemerhati politik. Budi, alumni Fisipol UNS saat ditemui di kampung halamannya, Brengkelan, Rabu (23/10), berharap, melalui proses seperti ini, kesadaran dan partisipasi politik masyarakat semakin meningkat.

“Alangkah baiknya, dalam proses penentuan siapa yang akan diusung oleh parpol ada mekanisme yang transparan dan system penilaian dengan parameter yang jelas dan terukur,” ujar Budi Wasono, yang sukses di dunia sosial marketing ini.

Jangan sampai, kata Budi, akhir dari semua ini sekedar lip service saja. Sekedar memenuhi sebuah mekanisme atau prosedur, namun secara subtansi jauh dari proses yang demokratis.

Menurut Budi, dengan proses rekruitment cabup dan cawabup yang baik, diharapkan akhirnya akan muncul figure-figure yang layak jual, artinya memang layak dan pantas untuk ikut kontestasi di Pilkada.

“Maka masyarakat yang akan diuntungkan, karena mendapatkan pilihan yang benar, dan terpilih melalui sebuah proses yang baik dan penilaian yang terukur. Bukan figur yang dipoles,” terang Budi.

Saat ini, ungkap Budi, muncul pertanda bila tata kelola manajemen parpol telah dijalankan dengan kaidah manajemen yang baik/modern. Karena partai politik sudah mulai membuka diri, dan tidak membatasi penjaringan calon dari internal mereka.

Budi mengajak masyarakat, untuk ikut mengawal proses Pilkada 2020, supaya berjalan dengan baik demi kemajuan dan kemakmuran Purworejo, dan pilkada nanti bisa berlangsung jujur, adil, demokratis dan lancar.

“Tentukan pilihan atas dasar pertimbangan rasional bukan sekedar hanya karena bujuk rayu apalagi iming-iming amplop,” pungkas Budi Wasono. (Jon)