BPJS Naker Gandeng OPD Pemkot Denpasar Perluas Jaminan Sosial

    


Novias Dewo - foto: Ari Wulandari/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – BPJS Ketenagakerjaan (TK) menggandeng OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Pemkot Denpasar, untuk memperluas keikutsertaan para pekerja dalam jaminan sosial dengan mewajibkan perusahaan mitra kerjanya mengikutkan pekerjanya ke program jaminan pekerja.

“Ini sebagai upaya memperluas dan meningkatkan perlindungan sosial bagi para pekerja dan keluarganya,” kata Kepala BPJS Ketenagakerjaan Denpasar Novias Dewo di Denpasar, Rabu (11/7/2018).

Untuk itu, pihaknya menyepakati kerja sama operasional dengan Pemkot Denpasar melalui OPD terkait pelaksanaan program jaminan sosial.

Novias mengharapkan OPD membantu keikutsertaan pekerja, terutama perusahaan yang menjadi mitra kerjanya, agar mewajibkan pekerjanya ikut BPJS Ketenagakerjaan sebagai salah satu syarat administrasi.

Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kota Denpasar IGA Rai Anom Suradi mengatakan, pihaknya mendorong perusahaan mitra kerjanya untuk aktif mendaftarkan tenaga kerjanya dalam jaminan sosial atau ikut BPJS Ketenagakerjaan.

“Setiap izin yang keluar kami mewajibkan perusahaan melampirkan sertifikat kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.

Dengan demikian, upaya tersebut memberikan kesadaran bagi perusahaan atau pemberi kerja mendaftarkan tenaga kerjanya dalam jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan.

Tenaga kerja yang berada di bawah naungan OPD seperti juru parkir, petugas adat, petugas ‘subak’ hingga petugas koperasi juga harus mendapatkan jaminan sosial tenaga kerja.

Anom menambahkan, hingga saat ini jumlah angkatan kerja di Denpasar mencapai sekitar 475.000 baik tenaga formal dan informal. BPJS Ketenagakerjaan Denpasar yang membawahi wilayah kerja Kabupaten Jembrana, Buleleng, Tabanan, Badung dan Kota Denpasar itu mencatat hingga Juni 2018 jumlah peserta aktif mencapai 231.301 orang dari target 284.621 orang.

Tahun ini, BPJS Ketenagakerjaan Denpasar mencatat penambahan pekerja terdaftar mencapai 37.358 dari target 92.644 orang.

Sedangkan untuk perusahaan hingga Juni 2018 sudah bertambah mencapai 703 dari target 1.754 perusahaan. (Ari)