Boyolali Sumbang 13 Persen Kebutuhan Ikan Budidaya di Jawa Tengah

    


Kunker Komisi IV DPR RI di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Ibnu Multazam, Ketua Tim Kunker Komisi IV DPR RI menjelaskan, kunker spesifik yang dilakukan di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, fokus untuk melihat perkembangan kemajuan perikanan budidaya.

“Kami ingin memastikan bahwa pembangunan perikanan berjalan baik dan berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat” kata Ibnu (19/3/2019).

Kabupaten Boyolali menjadi salah satu sentra produksi ikan hasil budidaya di Indonesia.

“Saya ingin produk olahan perikanan seperti bakso ikan, kaki naga, nugget dan abon lele supaya dipatenkan. Apalagi sudah ada permintaan dari Fiji. Untuk pelatihan produk olahan ini, jangan sampai nanti diklaim pihak lain”, tambah Ibnu.

Aggota komisi IV DPR RI asal Boyolali, Rahmad Handoyo mengungkapkan, perlunya prasarana pendukung perikanan budidaya di daerah.

“Saat saya berkunjung ke Manado beberapa waktu lalu, saya mengusulkan agar keberadaan Balai Perikanan Budidaya diperbanyak, termasuk di Jawa Tengah sudah saatnya ada Balai Budidaya Air Tawar sendiri yang langsung di bawah KKP,” jelas Rahmad Handoyo.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto mengatakan, Boyolali menjadi salah satu Kabupaten yang memberikan kontribusi cukup tinggi terhadap produksi ikan nasional, khususnya lele.

“Ada kampung lele, sebagai model kawasan berbasis budidaya yang telah berhasil. Bayangkan tidak kurang dari 37 ton ikan lele diproduksi per hari dari kawasan ini,” jelas Slamet.

Produksi perikanan budidaya dari Boyolali, khususnya untuk air tawar, setidaknya menyumbang lebih dari 13 persen dari produksi budidaya air tawar Provinsi Jawa Tengah. Dengan produksi 37 ton tiap harinya, kabupaten ini mampu memasok ikan ke Yogyakarta, Semarang, kabupaten sekitar dan untuk kebutuhan Boyolali sendiri.

Sehingga setidaknya dibutuhkan 330 juta ekor benih ikan per tahun untuk memenuhi kapasitas produksinya.

Dalam acara itu, KKP memberikan benih ikan lele sebanyak 220.000 ekor, benih ikan nila 100.000 ekor, bantuan pakan mandiri 10.000 kg, dukungan pembiayaan melalui BLU-LPMUKP untuk 2 Pokdakan senilai Rp 270.000, dan pembagian kartu KUSUKA untuk 2 pelaku usaha budidaya yang telah tervalidasi. (Bob)