BNPB Perpanjang Siaga Darurat Bencana Gunung Agung Hingga 16 Oktober 2017

    


Pers rilis terkait perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Agung oleh BNPB dan Pemerintah Kabupaten Karangasem di Posko Siaga Bencana, Dermaga Tanah Ampo, Karangasem, Bali, Kamis, 5 Oktober 2017 - foto: Wahyu Siswadi/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperpanjang masa Siaga Darurat Gunung Agung mulai 1-16 Oktober 2017. Alasan perpanjangan itu mengacu penetapan vulkanologi yang menyatakan, intensitas gempa masih berlangsung.

“Dari sejak penetapan 22 September lalu, gempa vulkanik dangkal dan dalam kecenderungannya masih meningkat,” jelas Kepala BNPB, Willem Rampangilei di Karangasem, Bali, Kamis, 5 Oktober 2017.

Data terbaru yang masuk ke Posko Siaga Bencana di Tanah Ampo, disebutkan Willem, wilayah yang masuk zona merah menjadi 28 desa dengan jumlah pengungsi 151 ribu jiwa.

“Untuk memudahkan penanganan pengungsi, dihimbau bagi warga di 28 desa jangan kembali dulu,” ujarnya.

Bertambahnya jumlah pengungsi menurut Willem Rampangilei, disebabkan karena faktor psikologis masyarakat. Namun pihaknya tak berhenti melakukan sosialisasi kepada warga terkait apa yang harus dilakukan jika Gunung Agung mengalami erupsi.

Perpanjangan masa Siaga Darurat ini masih menetapkan zona perkiraan bahaya di radius 9 km dengan perluasan sektoral sepanjang 12 km.

“Kita juga antisipasi zona terdampak abu vulkanik, caranya dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat dan dukungan logistik bagi mereka yang berada dalam pengungsian,” kata Willem Rampangilei.

Sementara, rencana pemusatan pengungsi, Willem mengatakan masih dalam pembahasan dengan mempertimbangkan bertema hanya jumlah pengungsi. (Way)