BNPB Buka Pelatihan Relawan Cegah Covid-19 di Bali dan Banten

    


Foto: Ilustrasi/BNPB

KORANJURI.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Bidang Koordinasi Relawan Satuan Tugas Covid-19 Nasional menyelenggarakan pelatihan peningkatan kapasitas relawan. Kegiatan dilakukan secara virtual.

Pelatihan tersebut bertujuan sebagai peningkatan kapasitas relawan dalam membantu Satgas Covid-19 di daerah.

“Empat hal yang ditekankan dalam pelatihan adalah, pencegahan yaitu membantu melakukan sosialisasi prokes 3 M, kita di Bali 6 M. Kedua, penanganan yakni, membantu mengoptimalkan 3 T. Ketiga, pembinaan, relawan ikut serta dalam operasi gabungan penegakan disiplin, dan pendukung yaitu melakukan pelaporan data,” kata Ketua Kwarda Bali, Made Rentin, Senin, 14 Juni 2021.

Terkait dengan empat poin itu, langkah nyata yang ada yakni, setiap anggota pramuka adalah duta perubahan perilaku. Gerakan Pramuka adalah duta untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya prokes.

Pelatihan ini mencakup dua provinsi yakni, Bali dan Banten. Setiap provinsi mengirimkan relawan dari tiga kabupaten/kota. Bali mengirimkan relawan peserta dari Kabupaten Tabanan, Jembrana, dan Buleleng.

Pelatihan relawan tersebut melibatkan sekurang-kurangnya 25 organisasi kemasyarakatan dan Lembaga Kebencanaan Mitra BKR.

Dari Bali peserta yang mengikuti pelatihan sebanyak 165 orang anggota pramuka penegak, pandega dan pembina. Peserta gerakan pramuka dari Bali diwakili oleh Kwartir Cabang Buleleng 65 peserta, Tabanan 50 orang dan Jembrana 50 orang.

Kwartir nasional mentargetkan 18.000 anggota pramuka sebagai duta perubahan perilaku. Di Kwarda Bali sendiri yang telah teregistrasi 592 orang.

Rentin mengatakan, selama ini anggota pramuka telah melakukan perannya mendukung edukasi ke masyarakat tentang covid-19. Namun, di sisi lain, relawan gerakan pramuka ini belum optimal menyampaikan laporan melalui aplikasi ‘Bersatu Lawan Covid-19′ pada bidang tugas (Lapor Program Bidang Perubahan Perilaku’.

“Oleh karena itu, saya mengajak kepada seluruh anggota pramuka, agar tergabung menjadi relawan, masuk dan mendaftar lewat aplikasi BLC. Kemudian, kegiatan kita dalam mengedukasi masyarakat tentang Prokes agar dilaporkan secara rutin sehingga progres dan perkembangan edukasi terjadi peningkatan,” ujarnya.

Pelatihan peningkatan relawan bertujuan untuk merevitalisasi 1.000 relawan. Kegiatan dilaksanakan mulai 14-19 Juni 2021.

“Saat ini kasus Covid-19 di Bali sudah bisa dikatakan melandai dan ke depannya kondisi ini diharapkan bisa terus dipertahankan dan bahkan terus diturunkan,” kata Rentin. (Way)