BNN Baru Amankan 1 Orang, Pengiriman Paket Ganja Rute Medan-Denpasar-Lombok

    


Satu tersangka berinisial HH (38) yang ditangkap BNNP Bali dalam kasus pengiriman paket ganja seberat 5 kg dari Medan-Denpasar yang sedianya akan dibawa menuju Lombok, Nusa Tenggara Barat - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Paket ganja seberat 5 kg sedianya akan didistribusikan ke wilayah Nusa Tenggara Barat dengan rute Medan-Denpasar-Lombok. Namun, pergeseran tanaman yang dikategorikan sebagai narkoba golongan I itu, terhenti di Denpasar.

BNN Provinsi Bali mencokok seorang pria berinisial HH (38) di TKP Jalan Pura Demak, Senin (16/10/2017).

“Penangkapan setelah adanya penyelidikan dan kita telusuri pergerakan barang yang dikirimkan melalui jasa paket di Jalan Teuku Umar Barat,” jelas Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Bali, AKBP I Ketut Arta.

Sebelumnya, Arta mengatakan, BNNP informasi adanya pengiriman narkotika jenis ganja dari Medan ke Bali. Dengan informasi tersebut, Tim Berantas melakukan penyelidikan ke jasa pengiriman yang ada di Denpasar.

Dari situ didapatkan informasi barang tersebut dikirimkan kepada seseorang bernama DI yang beralamat di Jl. Pulau Moyo, Denpasar Selatan. Namun yang mengambil paket itu, kurir yang diketahui berinisial HH dan akhirnya ditangkap BNNP Bali.

“Setelah tersangka HH mengambil barang, petugas kemudian mengikuti dan meringkus tersangka di jalan Pura Demak,” jelas AKBP I Ketut Arta.

Saat akan ditangkap, tersangka sempat berusaha kabur dari kejaran petugas. Tak pelak, terjadi aksi tarik menarik hingga motor pelaku terjatuh.

Dari pemeriksaan yang dilakukan, paket ganja itu dikemas di dalam casing CPU komputer yang didalamnya terdapat 5 paket ganja masing-masing seberat 1 kg.

Pelaku terancam pasal 114 ayat 2 atau Pasal 111 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009. Ancaman hukuman untuk pasal itu adalah 6 tahun dan maksimal 20 tahun penjara. Ancaman hukuman bisa lebih berat yakni seumur hidup atau bahkan pidana mati. (*)

Hits: 0