BKKBN Jateng: AKI di Jawa Tengah Masih Tinggi

    


Drs Muh Wuryanto, MM, didampingi Erna Sulistiowati, MM dan Sukmo Widi H, SH, usai meresmikan Kampung KB Loano - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Angka kematian ibu melahirkan (AKI) di Jawa Tengah, masih terbilang tinggi. Berdasarkan survey, dari 100.000 kelahiran, 358 diantaranya meninggal. Hal inilah, yang menjadikan perhatian Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, dengan meluncurkan program ‘Gayeng Jateng Ngincer Wong Meteng’.

Dengan program ini, diharapkan masyarakat di Jateng ikut melihat, mengawal dan mendampingi ibu-ibu di wilayah masing-masing, sehingga bisa terhindar dari kematian ibu melahirkan, karena cepat tertangani.

Demikian dikatakan Erna Sulistiowati, MM, selaku Plh Kepala Perwakilan BKKBN Propinsi Jateng, Senin (21/8), dalam Peringatan Harganas (Hari Keluarga Nasional) ke 24 tingkat Kabupaten Purworejo, dan pencanangan Kampung KB di Desa Loano, Kecamatan Loano.

“Diharapkan AKI ini bisa nol. Artinya, tidak ada kematian ibu melahirkan lagi. Ibu-ibu ini bisa ikut KB pasca persalinan, dengan IUD supaya sehat, dan jarak kelahiran bisa terjaga,” ujar Erna.

Penyerahan penghargaan berbagai lomba dalam rangka Harganas ke 24 tingkat Kabupaten Purworejo oleh Drs Muh Wuryanto, MM - foto: Sujono/Koranjuri.com

Penyerahan penghargaan berbagai lomba dalam rangka Harganas ke 24 tingkat Kabupaten Purworejo oleh Drs Muh Wuryanto, MM – foto: Sujono/Koranjuri.com

Terkait keberadaan Kampung KB, Erna menjelaskan, hal tersebut sebagai salah satu upaya untuk menekan laju pertumbuhan dan pengendalian penduduk. Berdasarkan survey setiap 4 tahun sekali, TFR (Total Fertility Rate), atau angka kelahiran total terus meningkat, dan kini mencapai 2,5. Dengan digalakkannya program KB, diharapkan angka ini bisa ditekan ke angka 2,1.

“Dan yang membanggakan, Purworejo merupakan kabupaten dengan peserta KB baru terbanyak se Jateng, yakni, 40% dari jumlah total 15.800 se Jateng,” terang Erna.

Dalam peringatan Hari Keluarga Nasional tersebut, juga diserahkan beberapa penghargaan untuk pemenang berbagai lomba dalam rangka Harganas tingkat kabupaten, diantaranya kategori Keluarga Harmonis, Bina Keluarga Remaja, dan Bina Keluarga Lansia.

“Pada lomba Harganas tingkat Propinsi, dari Purworejo juara 3 untuk kategori Keluarga Harmonis,” jelas Saroni, SPd, MM, Kabid KB dari Dindukcapil KB Kabupaten Purworejo menimpali.

Usai peringatan Harganas, dilanjutkan dengan pencanangan Kampung KB, yang secara simbolis dilakukan dengan pemukulan gong dan pemotongan pita, yang dilakukan oleh Drs Muh Wuryanto, MM selaku Asisten 3, mewakili Bupati Agus Bastian.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dindukcapil KB Kabupaten Purworejo, Sukmo Widi H, SH menjelaskan, Desa Loano merupakan Kampung KB ke 12 yang diresmikan, dari 16 Kampung KB se Kabupaten Purworejo, dengan jumlah peserta 100 akseptor.

“Targetnya, setiap Kampung KB ada 100 peserta akseptor. Tapi banyak yang melebihi target hingga 200 lebih,” jelas Sukmo.

Tujuan dari pencanangan Kampung KB, ujar Sukmo, tidak hanya semata-mata menjaring akseptor KB, namun juga ada keterkaitannya dengan sinergitas elemen-elemen masyarakat, pelaksanaan yang berkesinambungan, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, yang dimulai dari lingkup keluarga, yang kecil, bahagia dan sejahtera. (Jon)

Hits: 10