BI Prediksi Ekonomi Bali Tahun 2020 Meningkat

    


Kepala Perwakilan wilayah Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Perlambatan ekonomi global berpengaruh terhadap jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara ke Bali di tahun 2019. Kinerja ekonomi Bali tahun kemarin diperkirakan hanya tumbuh sebesar 5,40 persen -5,80 persen year on year (yoy), atau lebih rendah dibanding tahun 2018 yang tumbuh 6,35% (yoy).

Kepala Perwakilan wilayah Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho mengatakan, kinerja ekonomi Bali di tahun 2019, menghadapi tantangan yang cukup besar.

“Ekonomi Bali sempat tertahan di 2019. Jumlah wisman ke Bali hingga November 2019 telah mencapai 5,73 juta orang, dari target akhir tahun sebanyak 6,5 juta wisman,” jelas Trisno Nugroho di acara ‘Simakrama Tahun 2020’ di gedung BI, Renon, Denpasar, Rabu, 8 Januari 2020.

Sedangkan pencapaian devisa Bali
dari pariwisata hingga periode November 2019 mencapai $5,10 miliar dari target akhir tahun sebesar $6,35 miliar.

Sementara, tahun 2020 diprediksi kinerja ekonomi Bali mengalami peningkatan,
terutama didorong oleh meningkatnya pertumbuhan semua jenis lapangan usaha utama. Menurut Trisno, faktor pendorong peningkatan ekonomi di Pulau Dewata bersumber dari sektor yang masih terkait pariwisata.

“Seperti meningkatnya kapasitas pelabuhan Benoa yang mendorong peningkatan jumlah cruise ke Bali. Selain itu,” ujarnya.

Sumber peningkatan kinerja juga
berasal dari pengerjaan beberapa proyek konstruksi baik yang merupakan kelanjutan dari tahun 2019 maupun yang dimulai di tahun 2020.

BI juga memprediksi penguatan ekonomi Bali tahun 2020 diperkuat dengan membaiknya kinerja ekonomi negara mitra dagang utama, penambahan direct flight serta
pengembangan pasar wisman alternatif dari negara-negara di Eropa Timur.

Namun demikian, kata Trisno, inflasi Bali tahun ini masih terkendala tantangan
Terkait rencana kenaikan cukai rokok sebesar 23 persen, rencana kenaikan iuran BPJS kesehatan, peningkatan kunjungan wisatawan yang membawa konsekuensi meningkatnya permintaan dan peningkatan biaya pendidikan.

Hasil Survei Pemantauan Harga
(SPH) pada minggu pertama Januari 2020, inflasi Bali mencapai 0,22%, seiring dengan terjadinya kenaikan harga beberapa komoditas seperti telur ayam, udang dan bumbu-bumbuan.

Meski demikian inflasi Bali pada Januari 2020 diprakirakan akan melandai
dalam kisaran 0,20%-0,60% (mtm), yang tertahan oleh penurunan tarif angkutan udara, penurunan harga bahan bakar minyak (pertamax) dan penurunan permintaan di masa low season pariwisata. (Way)