Bertepatan Pesta Demokrasi, AA. Ngurah Agung: Nyepi di Bali Tetap Khusuk

    


Anak Agung Ngurah Agung - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Hari Raya Nyepi tahun saka 1941 bertepatan dengan pesta demokrasi Pilpres dan Pileg. Tokoh masyarakat dari Puri Gerenceng Anak Agung Ngurah Agung, meyakini catur Brata penyepian yang dijalankan umat Hindu akan berlangsung secara khusuk.

Masyarakat Bali, menurut pendiri Persaudaraan Hindu Muslim Bali (PHMB) ini, tidak akan terpengaruh dengan situasi. Mereka bakal menjalankan prosesi Nyepi sesuai tradisi dan adat yang telah berlangsung sejak lama.

“Masyarakat Bali lebih banyak pemalu ketimbang melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan norma terutama adat. Lagipula sudah ada himbauan tidak boleh memakai atribut apapun yang berkaitan dukungan politik tertentu,” jelas Agung Ngurah Agung, Senin, 4 Maret 2019.

Pada hari raya Nyepi, seluruh warga Bali melaksanakan Catur Brata Penyepian yang terdiri dari 4 jenis larangan, yaitu Amati Geni, artinya tidak boleh menyalakan api atau tidak diijinkan menyalakan lampu.

Amati Karya, tidak boleh beraktifitas atau bekerja. Amati Lelungan, artinya tidak boleh bepergian keluar rumah dan Amati Lelanguan artinya tidak boleh bersenang-senang. (Way/*)