Bertemu Pasutri Korban PHK, AMERTA Merasa Mantap dengan Pemajuan UMKM

    


Paslon AMERTA menyambangi Pasar Kangkung, Subak Cuculan, di Jalan Gelogor Carik , Denoasar Selatan, Senin (16/11/2020) pagi, sembari menyerap aspirasi - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Denpasar (Paslon Amerta) nomor urut 2, yakni I Gede Ngurah Ambara Putra dan Made Bagus Kertha Negara kembali blusukan dan berbagi masker.

Kali ini, Paslon Amerta menyambangi Pasar Kangkung, Subak Cuculan, di Jalan Gelogor Carik , Denoasar Selatan, Senin (16/11/2020) pagi, sembari menyerap aspirasi.

AMERTA pun menyapa dan berbincang dengan para pedagang yang ada di pasar ini. Salah satunya pasangan suami istri, yang menjadi pedagang dupa yang ternyata sebelumnya bekerja di hotel.

“Dulu saya bekerja di hotel jalan Double Six, Seminyak, dan suami saya bekerja di hotel kawasan Petitenget. Namun karena adanya pandemi, kami dirumahkan,” tutur Lina.

Dirinya pun mengaku baru menikah.

“Saya asal Sidakarya dan baru mencoba jualan dupa. Dupa ini milik teman, saya dan suami bantu jualin saja,” tambahnya.

Mereka juga mengaku tak mendapat sepeser pun pesangon dari perusahaan tempat bekerja sebelumnya.

“Kami tidak mendapatkan pesangon, karena pegawai kontrak. Kebanyakan hotel itu pegawai kontrak,” katanya.

Mereka pun berharap, pemerintah mengelontorkan bantuan untuk permodalan usahanya.

“Pinginnya kami ada bantuan permodalan dari pemerintah. Cita-cita kami pingin punya pabrik pembuatan dupa,” harapnya.

“Karena jualan lebih bagus hasilnya, dan lebih enak. Karena kami memiliki waktu lebih, sehingga bisa lebih banyak bisa berkumpul dengan keluarga,” ujarnya demikian.

Ngurah Ambara memberi apresiasi terhadap kreatifitas pasangan pengantin baru ini.

“Mudah-mudahan cita-cita memiliki pabrik dupa segera terwujud. Jika kami terpilih menjadi Walikota kami tidak hanya melakukan pendampingan, akan tetapi permodalan hingga pemasaran siapkan. Kalau bisa, produksi mereka kita ekspor,” ujarnya.

Menurutnya, banyak pekerja pariwisata yang ‘banting setir’ menjadi pengusaha akibat adanya pandemi ini.

“Jadi kita tidak boleh terlena dengan hanya sektor pariwisata. Untuk itu, UMKM juga harus menjadi perhatian. Karena sektor inilah yang paling mampu bertahan di segala situasi dan kondisi,” jelasnya. (Way)