Bersikap atas Kondisi Indonesia, SMK Kesehatan Purworejo Gelar Sholat Istisqo

    


Kepala SMK Kesehatan Purworejo, Nuryadin, SSos, MPd, saat menyampaikan ceramah usai pelaksanaan sholat Istisqo di halaman sekolah setempat, Jum'at (4/10) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – SMK Kesehatan Purworejo, Jum’at (4/10) pagi, menggelar sholat Istisqo. Pelaksanaan sholat minta hujan ini, dilakukan di halaman kampus 2, gang Kemuning, Pangenjurutengah, dan diikuti oleh seluruh siswa, beserta guru dan karyawan.

Menurut Kepala SMK Kesehatan Purworejo, Nuryadin, S.Sos, MPd, kegiatan sholat Istisqo tersebut sebenarnya sesuai rencana MKKS, akan dilaksanakan di alun-alun. Namun demikian menjaga stabilitas, kegiatan bernama Gerakan Sholat Istisqo bagi pelajar SMK tersebut, dibatalkan, dan dilaksanakan di sekolah masing-masing.

“Ada empat tujuan, kenapa kita melaksanakan sholat Istisqo ini,” ungkap Nuryadin, Jum’at (4/10).

Menurut Nuryadin, kegiatan tersebut merupakan bagian dari teori atau amalan yang selama ini didapat di sekolah, untuk diaplikasikan di lapangan, juga sebagai bentuk keprihatinan terhadap kondisi bangsa (alam), yang saat ini dilanda kemarau panjang.

Tujuan lain, sebagai bekal untuk siswa, ketika nanti menjadi tokoh masyarakat dan menghadapi suasana serupa, jadi tahu apa yang harus dilakukan. Juga bagian dari sikap pelajar SMK se Purworejo terhadap kondisi perpolitikan yang saat ini suasananya sedang ‘panas/gersang’.

“Dengan doa ini, kami berharap kondisi bangsa ini bisa sejuk,” ujar Nuryadin.

Nuryadin paham, sebagian dari pelajar SMK di Jakarta sedang dibuly, karena keikutsertaan mereka dalam demo. Padahal, hal itu sebagai bentuk dharmabakti kepada negara. Kalau dalam perjuangan dulu, dharmabakti ini ditunjukkan dengan ikut mengangkat senjata.

Pelajar Purworejo, kata Nuryadin, tidak tinggal diam. Tapi bergerak dengan cara menarik, simpatik, dengan tetap menjaga stabilitas, dan sepakat NKRI harga mati.

“Dengan kegiatan ini, semoga Alloh mendengar doa kita, dan menurunkan hujan yang barokah,, yang mampu menyejukkan hati para pemimpin, dari atas sampai bawah,” ujar Nuryadin, yang didampingi Ardiyanto, Humas SMK Kesehatan Purworejo.

Nuryadin, yang juga mengisi khotbah usai pelaksanaan sholat Istisqo, menyampaikan, bahwa kondisi alam bisa seperti ini, karena ulah manusia sendiri yang tak mensyukuri nikmat, sehingga alam menjadi marah.

Tugas sekolah, kata Nuryadin, mempersiapkan calon pemimpin bangsa. Sebagai pelajar, harus ikut serta dalam proses pembangunan bangsa, sesuai kapasitasnya sebagai pelajar.

“Dan untuk para pemimpin, bersikaplah adil. Janganlah melakukan pendekatan dengan kekuasaan atau kekerasan,” pungkas Nuryadin. (Jon)