Berpetualang dengan ‘Gajah Taro’, Tempat Gajah Sumatera Dirawat di Bali

    


Aktifitas turis bersama gajah-gajah di Taman Safari Gajah di Desa Taro, Tegalalang, Gianyar - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Anniversary 30 tahun Mason Adventure, perusahaan yang membawahi wahana petualangan bersama gajah Sumatera, dirayakan di Taman Safari Gajah di Desa Taro, Tegalalang, Gianyar, Kamis (25/4/2019)

Peringatan 30 tahun Mason Adventure juga bertepatan dengan 22 tahun usia Taman Safari Gajah yang mereka miliki.

Pemilik dari Mason Adventure dan Mason Elephant Park, Made Karyani Mason menjelaskan perayaan dilakukan secara outbond dengan melakukan safari di Desa Taro yang selama ini digunakan sebagai perawatan dan pemuliabiakkan gajah Sumatera tersebut.

“Kita sudah lama disini jadi kita mau mengucapkan terima kasih kepada supporters kita selama ini, kita ada berkat dukungan mereka selama ini, baik agent, freelancer, dan orang-orang yang lain,” ujarnya.

Menurutnya, Mason Elephant Park bertahan selama 22 tahun. Yani mengatakan, dukungan dan kolaborasi serta kontribusi diberikan untuk lingkungan dan warga setempat selama ini.

Menurutnya, Mason Elephant Park tidak hanya semata-mata mengejar profit, namun Mason turut membangun lingkungan sekitar dan membangun ekonomi masyarakat sekitar.

“Bisnis yang ada di desa terpencil jelas itu harus kolaborasi dengan masyarakat sekitar, baik dalam bentuk apapun, baik itu prioritas sumber daya manusia dari lingkungan sini. Pemenuhan kebutuhan bahan baku makanan untuk gajah dipasok dari desa sekitar sini. Pemenuhan makanan gajah kita disini juga dari masyarakat sekitar sini,” jelas wanita yang akrab Yani itu.

Sean Mason, Nigel Mason, Jian Mason dan Yani Mason - foto: Koranjuri.com

Sean Mason, Nigel Mason, Jian Mason dan Yani Mason – foto: Koranjuri.com

Perusahaan keluarga yang berkembang pesat itu, dirasa oleh Yani, tetap akan menjadi satu-satunya yang akan dikelola, terutama untuk wahana taman gajah. Menurutnya, mereka merawat dan memelihara makhluk hidup dilindungi yang notabene perlu dijaga kelestariannya.

“Sebuah bisnis harus dilakukan dengan serius dan sepenuh hati, tidak bisa hanya latah dan ikut-ikutan saja,”

“Saya rasa belum, kita tidak ingin setengah-setengah, apalagi persaingan bisnis yang ketat, kita harus serius, jadi bukan hanya latah dan ikut-ikutan, belum tentu kalau kita buka lagi dan harga lebih murah dapat bertahan, dalam jangka panjang value for money itu yang akan bertahan,” ujarnya.

Sementara itu, Nigel Mason, inisiator Taman Safari Gajah sekaligus pemilik dan suami Yani menambahkan, Taman Safari Mason Elephant Park ini sengaja dibangun untuk menyelamatkan Gajah yang berada dalam kondisi berbahaya.

Menurutnya Mason Elephant Park ini sengaja dibangun untuk memberikan mereka rumah di Bali yang nyaman. Mereka dapat hidup dengan gembira tanpa ketakutan akan ancaman kematian di habitatnya yang telah rusak.

“Semua Gajah yang ada disini dalam kondisi yang menderita saat kita bawa ke Bali, sekarang sejak tinggal disini mereka hidup aman dan lebih bahagia tentu dengan segala sesuatu yang harus disesuaikan. Disini memang bukan hutan, tapi kami sudah berusaha sesempurna mungkin untuk menjadikan tempat ini semirip mungkin dengan hutan,” kata Nigel Mason.

Dikatakan lagi, kawanan gajah yang berjumlah 33 ekor itu mereka rawat dan diperlakukan dengan sangat baik. Selain pasokan makanan yang cukup, lingkungan yang nyaman, aspek kesehatan mereka juga sangat diperhatikan dengan melakukan pemeriksaan rutin secara berkala.

“Jadi kami harap bisa dimengerti bahwa mereka disini diperlakukan dengan sangat baik jauh dari kekerasan dan kebrutalan,” ujarnya.

Mason mengakui sejumlah aktifis sempat menanyakan terkait perlakuan pengelola wahana terhadap gajah-gajah tersebut.

“Kami dituding memperlakukan dengan buruk, itu tidak benar. Disini mereka hidup dengan bahagia. Para aktivis tidak mengerti apa yang mereka katakan. Sebaiknya mereka lihat dulu kesini saksikan sendiri dari dekat sebelum mereka membuat statemen yang emosional, kita juga disini menjadi taman Gajah pertama yang didukung oleh dan terdaftar di lembaga Animal Welfare (lembaga pengawas kesejahteraan hewan),” jelas Nigel Mason.

Di Mason Elephant Safari Park ini terdapat 33 Gajah terdiri dari 4 jantan dan sisanya betina.
4 ekor bayi gajah menambah koleksi taman tersebut selama dikelola 22 tahun. Saat ini juga ada gajah yang tengah hamil dan diperkirakan akan lahir di tahun ini.

Para pengunjung yang datang mendapat edukasi tentang Gajah, mereka diberi pengetahuan tentang sifat, perilaku, kebiasaan dan hal-hal lain yang berkaitan dengan kehidupan Gajah. Pengunjung juga dapat menunggang Gajah dan ikut memandikan dan merawatnya.

Selain Taman Safari Gajah, Mason Adventure juga memiliki beberapa wahana yang lain diantaranya Lodge, Jungle Buggies, Water Rafting, River Kayaking, Mountain Cycling, Tropical Trekking, dan juga ada Helicopter Sky Tour and Service. (Way)