Berlaku Besok, Bandara Ngurah Rai Bali Berlakukan Wajib Negatif PCR, Antigen dan GeNose

    


Vaksinasi Covid-19 kepada petugas di lingkungan Kantor Cabang PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Ngurah Rai Bali, Senin, 22 Maret 2021 - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Mulai 1 April 2021 besok, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali mulai menerapkan sejumlah persyaratan bagi pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) yang akan menuju Pulau Dewata.

Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura I Bali, Taufan Yudhistira menjelaskan, setiap calon penumpang pesawat menuju Bali wajib menunjukkan hasil negatif tes PCR, atau hasil negatif rapid test antigen dengan masa berlaku 2×24 jam sebelum keberangkatan, atau hasil negatif GeNose C-19 sebelum keberangkatan.

“Untuk pelayanan GeNose C-19 tidak menggantikan pelayanan tes antigen tersebut,” kata Taufan dalam siaran pers, Rabu, 31 Maret 2021.

Dikatakan, uji coba GeNose akan dilakukan pada minggu kedua bulan April 2021. Sekaligus, dimulainya pelayanan GeNose C-19 secara resmi pada kisaraan 7-8 April 2021.

PT Angkasa Pura I sendiri total menyediakan 120 unit mesin GeNose yang akan ditempatkan di Bandara dibawah manajemen PT Angkasa Pura I. Untuk Bandara Ngurah Rai direncanakan mendapatkan 8-14 mesin GeNose C-19.

“Kantung tiup yang disediakan, direncanakan sebanyak 500-600 kantung setiap harinya, saat uji coba akan disiapkan 150 kantung,” jelasnya.

Taufan mengatakan, tarif pelayanan tes GeNose C-19 sampai saat ini belum ditetapkan secara resmi. Namun kisaran harganya antara Rp 40 ribu hingga Rp 60 ribu.

“Peraturan itu sesuai dengan SE Satgas Nasional Penanganan Covid-19 nomor 12 Tahun 2021 dan SE Kementerian Perhubungan nomor 26 Tahun 2021, terkait persyaratan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri dan khususnya pelayanan GeNose C-19,” kata Taufan. (Way)