Berkarya dengan Keterbatasan Fisik, Beginilah Aksi Rosidah

    


Rosidah menunjukkan teknis memegang kamera dengan DSLR miliknya - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Cacat tubuh ternyata bukan halangan bagi wanita ini untuk terus berkarya, tanpa harus menunggu belas kasihan dari orang lain. Ya, meski mengalami cacat pada kedua tangannya, wanita ini malah jadi fotografer handal.

Wanita ini bernama Rosidah (46), istri dari Suradi, warga Bayan, Purworejo, Jateng. Sejak dilahirkan, memang Rosidah ini sudah mengalami cacat pada kedua tangannya. Kedua tangan Rosidah hanya tumbuh sebatas siku saja.

Tapi ternyata, hal itu tak membuat Rosidah bersedih hati. Di menganggap, mungkin itu memang jalan hidup yang harus dijalaninya. Kesadarannya itulah, yang membuat Rosidah tetap pede menghadapi kenyataan, kalau memang dia itu tumbuh menjadi gadis yang mengalami cacat pada kedua tangannya, alias tuna daksa.

“Sejak dilahirkan, memang keadaan saya sudah begini. Mau gimana lagi, itu memang takdir yang harus saya terima. Jika ditawari, tentu siapapun tak akan mau dilahirkan dalam keadaan cacat begini,” ujar Rosidah, Kamis (2/11).

Tapi kekurangan pada dirinya, justru menumbuhkan semangat bagi Rosidah. Pola pikir wanita ini patut diacungi jempol. Meski cacat, dirinya tak mau hanya berpangku tangan, menunggu belas kasihan orang lain.

Rosida Bersama Ibu Ani Yudhoyono - foto: Istimewa

Rosida Bersama Ibu Ani Yudhoyono – foto: Istimewa

Layaknya orang normal, Rosidah ini juga bekerja. Dan pekerjaan yang dilakoninya juga bukan pekerjaan gampang. Rosidah ini ternyata seorang fotografer, atau orang yang ahli dalam potret memotret. Sudah belasan tahun, Rosidah mengais rejeki dari fotografi ini.

Bagi orang normalpun, menjadi fotografer juga perlu keahlian khusus, dan tak sembarang orang bisa melakukannya. Apalagi bagi penyandang cacat seperti Rosidah ini. Tentunya, dia memang benar-benar wanita penyandang tuna daksa pilihan.

Karena keahliannya itu, Rosidah dikenal sebagai seorang fotografer handal. Hasil karyanya juga tak kalah dengan fotografer profesional lainnya, dari kalangan orang-orang normal. Hingga kinipun, jasa Rosidah masih banyak yang menggunakannya. Tiap hari, ada saja order memotret datang ke rumah kontrakannya, sekaligus studio foto mininya itu.

“Alhamdulillah, dari memotret ini, cukup untuk kehidupan sehari-hari, meringankan beban suami,” ujar Rosidah

Selain membuka studio foto, yang artinya melayani jasa memotret di tempatnya, Rosidah juga tetap menjadi fotografer keliling, mencari pelanggan dengan cara berkeliling kampung. Itu pula yang dijalani Rosidah sejak dulu hingga kini.

Meski kini order foto tak seramai dulu, sewaktu belum ada HP berkamera, namun Rosidah tetap dengan setia menjalani profesinya itu. Keadaan fisiknya yang ‘beda’ inilah, justru yang membuat dirinya dikenal sebagai fotografer keliling yang unik, dan beda dari lainnya, serta dapat diandalkan.

Secara tidak langsung, ungkap Rosidah, majunya tekhnologi HP yang berkamera, baginya merupakan pesaing, dan ancaman bagi profesinya itu. Orang sudah tak perlu susah-susah lagi memanfaatkan jasa fotografer untuk mengabadikan moment-moment terindah dalam hidupnya. Cukup satu klik saja dengan hp berkamera, maka orang sudah bisa menjadi fotografer bagi dirinya sendiri.

“Tapi saya yakin sama Yang Di Atas. Asal kita berusaha pasti ada jalan. Semua sudah diaturNya. Begitu juga dengan saya. Menghadapi banyaknya ‘pesaing’ ini, ya jalani saja apa adanya,” kata Rosidah dengan nada bijak.

Kepasrahan Rosidah dalam menjalani hidup ini, yang menjadikan Tuhan memudahkan jalan rejekinya lewat fotografi. Rosidahpun tak pernah sepi dari order memotret, baik untuk foto pribadi, maupun pada acara-acara hajatan, serta acara seremonial lainnya.

Bahkan, ada berkah tersendiri bagi Rosidah. Kekurangan dan kelebihannya itu, justru menjadikan dirinya makin dikenal sebagai fotografer cacat, tak hanya di Purworejo saja, tapi di seluruh Indonesia. Aktifitasnya itu banyak diliput oleh berbagai media, baik cetak, televisi, maupun media asing. Bahkan, Rosidah sempat masuk acara talk show Hitam Putih di Trans 7, juga Kick Andy di Metro TV. Apakah hanya itu? Ternyata tidak.

“Alhamdulillah, saya pernah diundang ke Istana Negara pada Oktober 2011 lalu. Di sana saya bisa bertemu langsung dengan Ibu Ani Yudhoyono maupun Pak SBY,” ujar Rosidah dengan nada bangga, sambil memperlihatkan fotonya saat bersama SBY dan Ibu Ani Yudhoyono. (jon)