Berikut Rekayasa Lalin Pasca Putusnya Jalur Denpasar-Gilimanuk di Negara

    


Kondisi Jembatan Tukad Aya di Negara yang jadi penghubung utama jalur Denpasar-Gilimanuk dan sebaliknya, rubuh pada Sabtu 23 Januari 2016 - foto: ist

KORANJURI.COM – Rekayasa lalu lintas dilakukan pasca putusnya jembatan Tukad Aya yang menghubungkan jalur utama Denpasar-Gilimanuk dan sebaliknya. Kasatlantas Polres Jembrana, AKP Gede Sumadra Kertiawan mengatakan, pengalihan arus lalu lintas dibagi dalam dua jenis kendaraan.

“Kendaraan berat dari arah pulau Jawa masuk ke Bali melewati belok ke arah Singaraja dari pertigaan Cekik,” kata Sumadra dihubungi melalui telepon, Senin, 25 Januari 2016.

Kendaraan berat meliputi armada niaga berupa truk maupun bus antar kota antar provinsi. Semuanya dialihkan melalui satu jalur Singaraja kemudian Denpasar melewati obyek wisata Bedugul, Tabanan. Untuk kendaraan pribadi roda empat dan roda dua, dijelaskan Sumadra, diarahkan ke jalan alternatif melalui Desa Batu Agung yang tembus di sebelah barat SLUA Negara.

BACA:
» Kapolda Bali Minta Pelabuhan Gilimanuk Dilengkapi Alat Pendeteksi Narkoba
» Rubuhnya Jembatan Tukad Aya, Kadis PU Bali: Mendesak Untuk Segera Diperbaiki

Pengalihan arus lalu lintas juga dilakukan dari Denpasar-Gilimanuk melalui Desa Tegal Cangkring melewati Desa Samblong, Jembrana.

“Sementara itu saja rekayasa yang kita lakukan sampai ada perbaikan jembatan,” jelas Sumadra.

Jembatan Tukad Aya yang berada di km 90 Denpasar-Gilimanuk rubuh pada Sabtu malam, 23 Januari 2016. Hingga saat ini belum diketahui penyebab robohnya jembatan penghubung utama jalur Denpasar Gilimanuk tersebut. Hendro Satrio, Kepala Seksi Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah VIII tidak mengangkat telepon ketika akan dikonfirmasi.
 
 
way