Berduka! 8 Prajurit TNI Masih Hilang bersama Korban Lain di Gempa-Tsunami Palu

    


Kasad Jenderal TNI Mulyono mengunjungi lokasi gempa di Palu, Sulawesi Tengah dan memberikan bantuan kepada keluarga TNI yang jadi korban - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Kasad Jenderal TNI Mulyono menyatakan, satu prajurit TNI dari kesatuan Denzibang-2 XIII/Merdeka bernama Sertu Hasmin jadi korban tewas, dan 5 orang mengalami luka berat dalam gempa-tsunami di Palu

Lima prajurit TNI yang mengalami luka berat masing-masing, Letda Czi Alfret Ganta, Serda Suyatno, Serma Ihwani, Serma Sugiyono dan PNS Yunan Budiman.

“Ada satu prajurit kami yang meninggal dunia dalam musibah gempa-tsunami beberapa waktu lalu,” jelas Kasad Jenderal TNI Mulyono saat mengunjungi korban bencana di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (3/10/2018).

Sedangkan 8 orang prajurit masih dinyatakan hilang dan masih dalam proses pencarian. Kedelapan prajurit tersebut masing-masing, Kopda Sofyan R Nuru, Pratu Daswar, Serda Asri, Serda Jemi, Serda Jasman, Serda Muh. Yusup, Koptu Yusup Sallu dan Serda Ismail.

Data korban dari keluarga TNI yang dinyatakan meninggal dunia berjumlah 6 orang, 1 orang hilang dan 5 orang luka berat.

Mulyono menambahkan, kerugian materiil berupa 2 unit Kapal KMC V 28 yang hanyut diterpa tsunami. 8 unit rumah dinas Bekang rata dengan tanah, 33 unit Rumah Dinas Kodim1306/Dgl rusak ringan, 1 unit kantor Koramil 07/Tawelu rusak berat, 1 unit barak Yonif 711/Rks rata dengan tanah dan 2 unit barak Yonif 711/Rks rusak berat.

Sementara, Danrem 132/TDL Kolonel Inf Agus Sasmita sebagai Satgas Tanggap Darurat gempa-tsunami Palu menjelaskan, ada 138 titik pengungsian di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

“Dari jumlah itu, tidak semua bisa diakses dengan jalur darat. Kesulitan itulah yang menghambat penyaluran bantuan. Salah satunya di Sigi. Kami akui transportasi masih terbatas,” ujar Agus Sasmita.

Berkaitan dengan pendistribusian logistik bagi korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, Kolonel Inf Agus Sasmita mencatat ada 138 titik pengungsian.

“Dari jumlah itu, tidak semua bisa diakses dengan jalur darat. Kesulitan itulah yang menghambat penyaluran bantuan. Salah satunya di Sigi. Kami akui transportasi masih terbatas,” ucapnya.

Dijelaskan Danrem, penyaluran logistik masih terfokus ke daerah-daerah yang dianggap prioritas.

“Kami menentukan tempat-tempat yang disuplai barang dan makanan yang belum. Berdasarkan laporan yang masuk. Nanti yang skala prioritas itulah yang diutamakan,” ujarnya demikian.

Beberapa titik yang kerusakannya sangat parah diantaranya di Jl HM Suharto, Kelurahan Petobo, Hotel Roa Roa wilayah Palu, Desa Loli Kabupaten Donggala dan Desa Jono Kabupaten Sigi. (*)