Bejat, di Purworejo Ayah Tega Hamili Anak Kandung

oleh
MG (44), warga Kaligesing, Purworejo, ayah kandung yang tega menghamili anaknya sendiri - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Nasib tragis dialami MN (13), warga Kaligesing, Kabupaten Purworejo. MN hamil 8 bukan karena disetubuhi ayah kandungnya sendiri, MG (44).

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini MG masih mendekam di sel tahanan Mapolres Purworejo untuk penyelidikan lebih lanjut.

Kapolres Purworejo AKBP Eko Sunaryo menjelaskan, dari pengakuan pelaku, dirinya sudah 2 kali menyetubuhi putrinya itu.

Terungkapnya kasus ini bermula dari kecurigaan keluarga korban terhadap bentuk tubuh korban yang berubah. Akhirnya korban dibawa ke puskesmas untuk diperiksa.

“Hasil pemeriksaan korban hamil 2 bulan. Dari pengakuannya, ayah kandungnya sendiri yang telah menghamilinya, dengan persetubuhan sebanyak 2 kali,” jelas Kapolres Purworejo, Jum’at (17/05/2024).

Pelaku dan istrinya serta korban, ujar Kapolres, terbiasa tidur bersama. Ketika istrinya sedang tidur pelaku memaksa dan merayu korban untuk melakukan persetubuhan tersebut.

Dari kasus ini, polisi menyita beberapa barang bukti berupa satu buah kaos warna hitam kombinasi merah, satu buah celana pendek warna hitam kombinasi abu-abu dan merah, satu buah BH warna putih kombinasi ungu, satu buah celana dalam warna putih, dua buah alat tes kehamilan dan satu lembar surat keterangan hamil dari Puskesmas Kaligesing.

“Pada korban telah dilakukan VER Visum Et Repertum,” ungkap Kapolres.

Pada pelaku yang ditangkap pada Selasa (30/04/2024) ini, polisi menjeratnya dengan pasal Pasal 81 ayat (1) dan ayat (3) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan PERPU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

“Terima kasih atas kepedulian warga untuk bersikap dan bertindak terhadap anak korban dengan mengeceknya ke Puskesmas dan tindakan pengamanan terhadap pelaku tanpa ada tindakan kekerasan. Kepedulian masyarakat akan lingkungan merupakan peran besar dalam mengungkap sebuah peristiwa pidana,” pungkas Kapolres Purworejo. (Jon)

KORANJURI.com di Google News