Bayi Kembar Empat di RSIA Puri Bunda Diijinkan Pulang

    


Tim dokter dan pasutri saat konferensi pers di RSIA Puri Bunda Denpasar, Jumat (31/8/2018) - foto: Ari Wulandari/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Bayi kembar empat yang selama sebulan penuh dirawat di RSIA (Rumah Sakit Ibu dan Anak) Puri Bunda Denpasar, diizinkan pulang. Kelahiran bayi kembar empat itu merupakan hasil dari program bayi tabung pertama dari RSIA Puri Bunda.

Bayi kembar empat, anak pasutri Putu Agra Ricna Sukarmawan dan Luh Gede Irin Pradnyawati tersebut berjenis kelamin 1 laki-laki dan 3 perempuan. Perawatan intensif dan penuh perjuangan dilakukan, baik dari pasutri keempat bayi kembar dan seluruh tim medis di RSIA Puri Bunda.

Saat lahir, bobot bayi masing-masing 1,660 gram, 1.530 gram, 1.470 gram dan 1.200 gram, kini sudah memiliki berat badan ideal yakni 2.100 gram, 2.020 gram, 2.000 gram dan 1.600 gram.

“Berdasarkan monitoring yang ketat selama sebulan penuh, akhirnya empat bayi kembar tersebut diijinkan pulang oleh tim dokter karena dari peningkatan berat badan yang ideal dan pertumbuhannya yang bagus dan sehat,” terang Dirut PT Puri Bunda, Dr. I B Semadi Putra, Sp.Og, di Denpasar, Jumat (31/8/2018).

Dalam keterangannya, pasutri Agra dan Irin yang telah menikah selama 3 tahun ini belum dikarunia keturunan meski segala cara dan usaha sudah dilakukan.

“Akhirnya mereka ini (pasutri-red) datang dan konsultasi ke Puri Bunda dan mengatakan ingin mengikuti program bayi tabung. Singkat cerita mereka berhasil memiliki keturunan, tidak saja satu bahkan empat. Sungguh karunia dan mujijat dari Tuhan,” tambah Dr. Semadi Putra.

Terhadap pertanyaan apakah kembar empat ini memang sudah direncanakan, Dr. Semadi Putra menjelaskan, tim medis bahkan pasutri sekalipun tidak berencana memiliki program anak kembar.

“Meskipun proses kehamilan direncanakan sejak awal tetapi kita tim dokter tidak bisa merencanakan apakah bayinya nanti lahir tunggal atau kembar. Prinsipnya pasutri ini hanya ingin memiliki keturunan. Itu saja tetapi Tuhan berkehendak lain, mereka langsung dikarunia empat bayi kembar sekaligus,” tutur Dr. Semadi Putra yang didampingi sejumlah dokter ahli kandungan, ahli anestesi, ahli kesuburan, konsultan anak dan sejumlah tim medis lainnya.

Penanganan bayi kembar empat ini adalah yang pertama bagi RSIA Puri Bunda. Kasus yang sulit, kompleks, penuh resiko dan sangat jarang ini merupakan tantangan tersendiri yang menguji kesiapan berbagai aspek pelayanan rumah sakit.

Kasus ini memerlukan fasilitas yang memadai dan harus ditangani secara terpadu oleh tim dokter, perawat dan manajemen rumah sakit. Ketua tim medis yang menangani persalinan tersebut adalah Prof. Dr. dr. Made Wiryana, SpAN (KIC). (ari)