Batik Purworejo Juara 1 Lomba Pameran Produk Unggulan dan Potensi Jateng

    


Jazid Bastomi, saat menerima piala juara satu Lomba Pameran Produk Unggulan dan Potensi Jateng - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Batik Purworejo, meraih juara 1 dalam Lomba Pameran Produk Unggulan dan Potensi Jateng, untuk kategori batik. Lomba ini berlangsung di anjungan Jateng, TMII Jakarta, dari hari Sabtu (12/5) hingga Minggu (13/5), dengan diikuti 35 kabupaten/kota se Jateng.

Batik jawara ini, karya Jazid Bastomi (45), seorang perancang busana batik asli Purworejo. Batik hasil kreasi Jazid, berhasil memikat juri dari Dekranas. Atas prestasinya itu, Jazid mendapatkan hadiah piala, dan uang pembinaan sejumlah Rp 7,5 juta.

“Ada lima motif yang kita ajukan, namun hanya tiga yang masuk penilaian,” ujar Jazid, Senin (14/5).

Kelima motif itu, kata Jazid, satrio sawung, produk unggulan Purworejo, nogo asmoro, sekar samudro dan sekar alas. Dan yang masuk penilaian, nogo asmoro, sekar samudro, serta sekar alas.

Jazid tak menyangka, jika batik karyanya itu bakal juara satu. Pesaing beratnya, batik dari daerah yang terkenal dengan batiknya, seperti Pekalongan dan Solo. Namun ternyata, juri punya penilaian tersendiri.

Jazid Bastomi, di depan stand Purworejo di anjungan Jateng TMII - foto: Sujono/Koranjuri.com

Jazid Bastomi, di depan stand Purworejo di anjungan Jateng TMII – foto: Sujono/Koranjuri.com

Hal yang menjadikan penilaian juri, kata Jazid, original kreatifitasnya, menggunakan pewarna alami, serta motif tidak meninggalkan pakem budaya tradisional setempat. Meski batik modern, tapi tidak keluar dari pakemnya.

“Kesimpulannya, batik Purworejo itu original kreatifitasnya, dan bermotif unik,” terang Jazid, yang telah menghasilkan banyak karya batik ini sejak tahun 2006 ini.

Aku Jazid, usai menyabet juara, batik koleksinya itu langsung ditawar pembeli di angka jutaan rupiah. Namun Jazid bersikukuh tak melepasnya. Dia merasa, koleksinya itu sangatlah istimewa.

Dengan terpilihnya batik Purworejo menjadi juara 1 Lomba Pameran Produk Unggulan dan Potensi Jateng, itu artinya, keberadaan batik Purworejo diakui. Jazid berharap batik Purworejo bisa lebih berkembang lagi dan makin dikenal, baik secara nasional maupun internasional.

Peluang itu, menurut Jazid, akan menjadi kenyataan. Setelah menyabet juara, dia diberi kesempatan oleh Dekranas untuk memamerkan batik karyanya di gedung SMESCO (Small and Medium Enterprises and Coorperatives) Jakarta.

“Tujuan didirikannya Smesco Indonesia memang untuk mempromosikan produk-produk unggulan Indonesia kepada dunia internasional. Dengan masuknya batik Purworejo, semoga bisa mendunia,” pungkas Jazid. (Jon)