Bareskrim Polri Mengungkap Narkoba Jaringan Malaysia dari Atas Kapal Pesiar

    


Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri mengungkap sindikat pengedar sabu asal Malaysia pada Selasa (4/6/2019). Polisi mengamankan barang bukti seberat 37 kilogram sabu-sabu yang dibungkus dalam kemasan teh China - foto: Bob/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri mengungkap sindikat pengedar sabu asal Malaysia pada Selasa (4/6/2019). Polisi mengamankan barang bukti seberat 37 kilogram sabu-sabu yang dibungkus dalam kemasan teh Cina.

Sindikat tersebut berjumlah enam orang masing-masing, MIF, IKZ, SHN, SLH, RHM, dan MHS.

Wadir IV Direktorat Narkoba Bareskrim Polri, Kombes Krisno Siregar mengatakan, sindikat ini mencoba mengedarkan sabu-sabu, dengan masuk ke Indonesia dari Dermaga Senibong Cove di Johar Baru, Malaysia.

Awalnya, polisi menangkap tersangka MIF, SHN, SLH, dan RHM di atas kapal pesiar berjenis Yacht dengan nama Karenliner.

Kapal tersebut tengah disandarkan di Dermaga Batavia Marina, Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara.

“Pada tanggal 4 Juni sekitar pukul 9.30 WIB, di tempat ini, rekan-rekan kami menangkap 4 orang WN Malaysia, masing-masing ada yang berperan sebagai nahkoda, ada yang berperan sebagai mengamankan dan memindahkan barang,” kata Krisno dalam konferensi pers di Dermaga Batavia Marina , kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara, Selasa (12/6/2019).

Menurut Krisno, keempat tersangka ditangkap saat tengah memindahkan sabu-sabu ke dalam dua buah koper untuk diedarkan. Belum selesai memindahkan sabu-sabu, polisi menggerebek mereka dan mendapati barang bukti sabu seberat 37 kilogram yang dibungkus dalam kemasan teh Cina.

Barang haram tersebut disembunyikan para tersangka dalam dapra atau bantalan karet yang dipasang pada lambung kapal.

“Ditemukan 37 kilogram sabu yang dikemas dalam kemasan masing-masing 1 kilogram teh Cina yang disembunyikan di dapra atau vender, jadi sabunya disembunyikan disitu,” ucap Krisno.

Selain menangkap empat orang, polisi juga menangkap dua tersangka lainnya yakni IKZ dan MHS.

IKZ berperan sebagai penjemput sabu dari kapal setelah sampai di Jakarta. Sementara, MHS berperan sebagai pengendali jaringan yang berada di Jakarta.

”IKZ ditangkap di Dermaga Marina, Ancol, sementara MHS ditangkap di Hotel Aston Pluit,” kata Krisno.

Dari tangan keenam tersangka, polisi mengamankan barang bukti dua buah koper berisi 37 kilogram sabu dikemas dalam bungkus teh Cina, satu unit kapal pesiar Malaysia bernama Karenliner, enam paspor Malaysia, dan 10 handphone. (Bob)