Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Narkoba Malaysia-Sumatera di Tengah Laut

    


Dirnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Daniyanto bersama Wadirnarkoba Kombes Krisno Siregar saat keterangan pers - foto: Bob/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Tim Satuan Tugas Narcotics International Center (NIC) Bareskrim Polri membongkar jaringan narkoba internasional jalur Malaysia-Sumatera-Aceh-Medan.

Kasus itu terungkap dari tertangkapnya tersangka APS di Dusun Cilacap Nomor 112, Sidodadi Ramunia, Beringin, Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Jumat (18/1/2019) lalu.

“Tersangka APS berperan sebagai pencari orang untuk memuat sabu-sabu dari Malaysia ke Indonesia. Tersangka bergerak atas perintah AH yang saat ini masih kita buru,” jelas Wakil Direktur IV Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Kombes Pol Krisno Siregar, Senin (4/4/2019).

Dari penangkapan APS, petugas lalu melakukan pengembangan dan akhirnya menangkap EI di Desa Matang Glumpang II Meunasah Dayah, Peusangan, Bireun, Aceh, pada Sabtu (19/1/2019).

Pada hari yang sama, petugas juga mencokok JND di halaman Masjid Raya Lama Idi Rayeuk, Aceh Timur.

Menurut Krisno, tersangka EI berperan memerintahkan ABG dan RHM. Keduanya DPO, untuk mengambil sabu di laut perbatasan Malaysia-Indonesia.

Sementara tersangka JND berperan menghubungi tersangka EI untuk mencari boat dan orang untuk mengambil sabu-sabu di lautan.

“Sedangkan tersangka ABG dan RHM saat ini masih kita buru. Saat itu diketahui boat mereka mogok dengan jarak sekitar 80 mil dari Kuala Idi saat mengambil sabu di lautan,” jelas Krisno.

Karena boat yang digunakan mogok, tersangka EI dan JND menjemput ABG dan RHM untuk mengambil sabu-sabu seberat 16 kg.

“Barang bukti sabu itu kemudian disimpan di rumah EI,” ucap Krisno

Pada Minggu (20/1/2019), Satgas NIC Bareskrim Polri juga berhasil menciduk tiga tersangka lagi dari jaringan ini.

Ketiga tersangka yang diciduk di hari tersebut adalah SYL, HS, dan AH. Tersangka SYL berperan menyuruh tersangka JND mencari boat dan orang untuk mengambil sabu di laut.

Kemudian tersangka HS berperan mengambil sabu dari tersangka JND atas perintah IS yang mendekam di dalam lapas.

Sedangkan tersangka AH berperan sebagai pemesan sabu dari Malaysia ke Indonesia atas perintah IS, lalu mencari boat dan orang untuk mengambil sabu serta jadi penghubung tersangka APS.

Dari pengungkapan sindikat ini, polisi menyita barang bukti 16 bungkus sabu seberat 16 kg, satu unit mobil Hummer, satu unit mobil Pajero Sport dan satu unit mobil CRV.

Sementara satu unit dump truck yang turut disita sudah dititipkan di Polres Langsa.
Selain itu Mobil Hummer dan Pajero Sport dua dari empat mobil yang disita polisi dari sindikat narkoba jalur Malaysia-Aceh-Medan sudah diamankan.

Selain itu kata Krisno, sindikat itu bergerak dengan modus operandi pengiriman sabu melalui laut menggunakan boat dari Malaysia ke Aceh.

“Selanjuynya para tersangka yang tertangkap langsung kita jerat pasal primair dan subsider,” ujarnya.

Untuk pasal primer, para tersangka disangkakan pasal 114 ayat 2 jo Pasal 132 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Sedangkan untuk jeratan subsidair mereka dikenakan Pasal 112 ayat 2 jo Pasal 132 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Untuk hukuman maksimal jeratan primair adalah hukuman mati atau penjara seumur hidup. Sedangkan hukuman subsidair maksimal penjara seumur hidup atau 20 tahun kurungan badan,” jelas Krisno. (Bob)