Barbuk Senilai Rp 5 Milyar Dimusnahkan BNN Bali

    


Pemusnahan Barbuk 9.595 pil ekstasi hasil tangkapan BNN Provinsi Bali. Pemusnahan dilakukan di halaman Kantor BNN Provinsi Bali, Selasa, 25 Juli 2017 - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Badan Narkotika Nasional Provinsi Bali melakukan pemusnahan barang bukti (Barbuk sebanyak 9.595 butir pil ekstasi, di halaman Kantor BNN Provinsi Bali, Selasa, 25 Juli 2017. Barang bukti itu disita dari tersangka Sukron Wardana alias SW yang sebelumnya ditangkap di Hotel Fame, Sunset Road, Kuta.

Nilai barbuk ekstasi itu diperkirakan mencapai Rp 5 milyar.

Dalam surat ketetapan status barang sitaan narkotika yang diteken Kepala Kejaksaan Negeri Denpasar disebutkan, jumlah total ekstasi sebanyak 9.675 butir. Hanya saja 40 butir digunakan untuk pemeriksaan laboratorium dan 40 butir untuk kepentingan persidangan.

TERKAIT
»  Perempuan Pembawa 5.000 Butir Ekstasi Diamankan di Bandara Ngurah Rai
» Setelah Dihitung, Pil Ekstasi yang Dibawa Stefanie ke Bali Ternyata 9.675 Butir

“Jadi yang dimusnahkan sebanyak 9.595 butir atau beratnya setara 2,5 kg,” jelas Kepala BNN Provinsi Bali, I Putu Gede Suastawa, Selasa, 25 Juli 2017.

Sukron Wardana ditangkap bersama Stefanie Anisa Hadi (25), seorang perempuan yang membawa barang haram itu dari Palembang menuju Denpasar. Stefanie alias SAH ditangkap saat masih berada di Bandara Ngurah Rai Denpasar.

Sementara Sukron Wardana sedianya menjadi penerima barang yang dibawa perempuan asal Banyuwangi itu. Menurut Suastawa, kedua pelaku tidak saling mengenal meski sama-sama berasal dari Banyuwangi dan dalam satu jaringan pengedar narkoba.

“Jadi sebelum diedarkan, barang itu diserahterimakan secara estafet,” ujar Suastawa beberapa waktu lalu.

Ditambahkan Suastawa, penangkapan SW terjadi hanya berselisih 2 jam setelah BNN mengamankan SAH. “Petugas BNN menunggu di hotel dan SW datang kemudian langsung disergap,” terang Suastawa. (Way)