Barbuk Sabu-sabu 2,647 Ton Dimusnahkan

    


Pemusnahan barang bukti sabu-sabj seberat 2,647 ton yang diungkap dari sindikat jaringan internasional di Silang Monas, Jakarta Pusat, Jumat, 4 Mei 2018 - foto: Bob/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Sabu seberat 2,647 ton yang diungkap dari sindikat jaringan internasional dimusnahkan di Silang Monas, Jakarta Pusat, Jumat, 4 Mei 2018. Barang bukti tersebut hasil pengungkapan periode Februari 2018.

Total barbuk itu terdiri dari 1,027 ton hasil sitaan tim gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Bea Cukai. Sedangkan 1,620 ton lagi merupakan hasil pengungkapan Direktorat IV Narkotika Bareskrim Polri.

Acara pemusnahan dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua DPR Bambang Soesatyo, Ketua DPD Oesman Sapta Odang, Kepala BNN Heru Winarko, Kabulog Budi Waseso, Kabareskrim Komjen Pol Ari Dono, Dirjen Imigrasi Ronny F Sompie, Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi, Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari, Direktur IV Narkotika Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Daniyanto.

“Sabu berasal dari dua kasus berbeda. Kasus pertama merupakan hasil pengungkapan BNN, TNI AL, dan Ditjen Bea Cukai. Sedangkan kasus kedua merupakan hasil pengungkapan Direktorat TP Narkoba Bareskrim Polri dengan Ditjen Bea Cukai, Dirnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Suwondo Nainggolan, Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Roma Hutajulu,” ujar Kepala BNN Heru Winarko.

Sebelumnya, pengungkapan 1.027 ton sabu di Perairan Batam pada Rabu, 7 Februari 2018 diamankan dari Kapal Sunrise Glory. Di sini, tim gabungan BNN dan Bea Cukai mengamankan empat orang Anak Buah Kapal (ABK) berkewarganegaraan Taiwan, diantaranya Chen Chung Nan, Chen Chin Tun, Huang Ching An dan Hsieh Lai Fu, karena dugaan pelanggaraan Undang-Undang Perikanan dan pelayaran.

Dua hari berselang setelah kapal digiring ke Pangkalan TNI Angkatan Laut Batam, tim gabungan memeriksa muatan kapal dan menemukan sabu dalam jumlah besar yang tersimpan dalam palka bagian belakang kapal.

“Petugas mengamankan 41 karung berisi 1.019 bungkus sabu seberat total 1,037 ton. Selanjutnya, pada 13 Februari 2018 para tersangka dan barang bukti diserahkan kepada tim Penyidik Badan Narkotika Nasional untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut,” ujarnya.

Dalam kasus kedua, Direktorat Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Polri dan Ditjen Bea Cukai berhasil mengungkap sebanyak 1,622 ton yang ditangkap pada 20 Februari 2018 di Perairan Natuna.

“Dengan pemusnahan barang bukti narkotika sebanyak 2,647 ton, maka setidaknya sudah menyelamatkan lebih dari 13 juta anak bangsa. Semua tersangka yang terlibat terancam hukuman mati,” ucap Heru.

Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla yang juga menghadiri pemusnahan narkoba tersebut mengapresiasi kinerja para penegak hukum yang telah mendedikasikan tugasnya bagi bangsa dan negara.

“Kita mengharagai kinerja BNN, Polri dan Bea Cukai karena berhasil menyelamatkan generasi muda bangsa,” kata Jusuf Kalla.

Namun demikian, Jusuf Kalla meminta aparat penegak hukum untuk tidak cepat puas dengan hasil tangkapan tersebut. Dia memperkirakan masih banyak sabu yang beredar di Indonesia yang mengancam kemananan bangsa.

“Yang ditangkap saja dua setengah ton, yang lolos bisa lebih banyak maka bahaya bisa mengintai,” tegasnya.

Jusuf Kalla memberi apresiasi kepada BNN, kepolisian, imigrasi, dan tata laut atas segala upaya keberhasil ini. (YT)