Banyak Kiprah Tangani Covid-19, Pemprov Beri Penghargaan untuk Relawan Bali MX

    


Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra didampingi Kasatpol PP Provinsi Bali Dewa Nyoman Rai Dharmadi, menyerahkan penghargaan kepada relawan Bali MX, komunitas penghobi motocross, atas dedikasinya terlibat dalam penanganan Covid-19 di Bali, Jumat, 7 Agustus 2020 - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Bali MX, komunitas penggemar motocross di Bali memiliki perhatian serius terhadap penanganan Covid-19 di Provinsi Bali. Komunitas itu telah banyak berkiprah.

Dedikasinya mereka mendapatkan perhatian dari Pemerintah Provinsi Bali. Melalui Sekda Dewa Made Indra, penggemar olahraga otomotif itu diundang secara khusus untuk menerima penghargaan.

Bertempat di ruang Sekda Provinsi Bali, penghobi olahraga ekstrim ini pun diberikan penghargaan sebagai ucapan terima kasih Pemerintah Provinsi Bali untuk pengabdiannya sebagai relawan covid-19 ini.

“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih terhadap apa yang telah dilakukan Relawan Bali MX di seluruh Bali. Mereka selama ini secara sukarela melakukan edukasi, sosialisasi dan bahkan menyumbangkan langsung kebutuhan pokok kepada masyarakat terdampak Covid-19,” ungkap Dewa Indra didampingi Kasatpol PP Provinsi Bali Dewa Nyoman Rai Dharmadi, Jumat (7/8/2020).

Dewa Dharmadi menambahkan, sejak pertama kali terjadi pandemi hingga kini, Relawan Bali MX bersinergi dengan Satuan Polisi Pamong Praja tetap aktif melakukan kegiatan penanggulangan dalam upaya memutus penyebaran virus ini.

“Mereka turun langsung ke pasar-pasar, perkantoran serta tempat berpotensi lainnya untuk melakukan penyemprotan disinfektan. Tak hanya itu, mereka juga menyumbang masker hingga sembako bagi warga terdampak,” imbuhnya.

Sementara itu, pimpinan Relawan Bali MX, Cokorda Vicky Ari Wibisana Sudarsana alias Cok Vicky didampingi Ketua Harian Pengprov IMI Bali, Tony Susiartono menuturkan, sejak tiga bulan lalu pihaknya aktif turun membantu masyarakat.

“Adanya pandemi ini, event-event yang telah dipersiapkan tidak diadakan, sehingga kami bersama para relawan melakukan kegiatan sosial. Mengingat, saudara-saudara kita banyak yang terdampak sehingga kami perlu melakukan gerakan untuk sedikit meringankan tugas pemerintah, seperti melakukan penyemprotan DB, dan desinfektan indoor,” tuturnya.

Selain kegiatan itu, lanjut Cok Vicky, kegiatan juga diisi dengan pembagian sembako berupa beras sebanyak 4 ton yang dibeli langsung dari petani di Sudaji, masker 72 ribu, telor 600 krat dibeli dari peternak di Bangli. Di mana bantuan itu disebar ke seluruh Bali, dan bahkan hingga ke Flores, Jakarta, Semarang serta daerah lainnya.

“Kami bersama-sama dengan teman-teman dari Amerika melakukan kegiatan kemanusiaan ini. katanya biar sama-sama pakai OBH!NK (sebutan keren para anak-anak motocross ini-red),” ujarnya.

Dananya sendiri, kata Cok Vicky, merupakan hasil sumbangan sukarela dari para donatur pecinta olahraga extreme ini.

“Jadi anggaran event dan juga sumbangan para relawan, kita gunakan untuk kegiatan kemanusiaan ini. Ke depan, semasih komunitas ini ‘mampu’ dan mengunggah para pengusaha di Bali agar terketuk hatinya untuk saling membantu sesama. Karena pandemi ini dampaknya sangat luar biasa. Tidak hanya di Bali saja, seluruh dunia saya rasa juga terdampak semua,” ujarnya. (Way/*)