Bantuan Sembako Kemensos Bukan Uang Senilai Rp 600 Ribu

    


Foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Menteri Sosial Juliari P Batubara memastikan, informasi terkait bansos senilai Rp 600 ribu yang beredar masyarakat bukan Bansos sembako yang kini disalurkan oleh Kemensos.

Menurutnya, masyarakat salah paham dengan bantuan sembako yang banyak dipahami sebagai bantuan uang Rp 600 ribu.

“Bantuan dembako disalurkan untuk memenuhi kebutuhan pokok dan menahan keinginan masyarakat agar tidak mudik,” kata Juliari di Jakarta.

Menurut Mensos, pihaknya perlu menjelaskan setelah terjadi disinformasi di tengah masyarakat. Sebagian masyarakat mempertanyakan realisasi bansos senilai Rp 600 ribu/bulan untuk warga terdampak Covid-19.

“Kemensos saat ini sedang fokus menyalurkan Bansos Sembako yang merupakan bansos baru. Selain itu, Kemensos juga sudah meningkatkan indeks bantuan dan memperluas jangkauan penerima bantuan pada bansos reguler, yakni PKH dan Program Sembako (dulu BPNT),” ujarnya.

Dalam satu paket bansos sembako berisi makanan siap saji untuk pekerja informal di DKI Jakarta yang terdampak Covid-19. Penerima bansos sembako didasarkan atas data dari Pemprov DKI Jakarta yakni 3,7 juta jiwa.

Jumlah yang disalurkan Kemensos untuk 2,6 juta jiwa dan pemerintah DKI Jakarta menanggung 1,1 juta jiwa dari APBD.

“Kemensos mendirikan Posko Bansos di Gedung Konvensi Taman Makam Pahlawan Nasional Utama, Kalibata, Jakarta,” kata Juliari.

Bantuan itu didistribusikan sejak Selasa, 7 April 2020, sampai 19 April 2020, dengan volume sebesar 300.000 paket.

Mensos mengatakan, masyarakat diharapkan bisa memenuhi kebutuhan pokok dan menahan keinginan agar tidak mudik.

“Bantuan yang kami kirimkan, ditandai dengan kemasan kotak warna merah. Dengan logo Kemensos dan tagline #KemensosHADIR. Pada tayangan video yang banyak beredar di sosial media, kemasannya berbeda. Jadi terkonfirmasi, itu bukan dari Kemensos,” katanya. (Bob)