Bantu Kekeringan, Polres Purworejo Droping Air Bersih

    


Pelepasan bantuan air bersih ke Desa Ngandagan dan Desa Polowangi, Pituruh, hasil kerjasama Polres Purworejo, Muhammadiyah, dan PDAM Purworejo, Kamis (31/10) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Polres Purworejo, bekerjasama dengan Muhammadiyah Purworejo dan PDAM, melakukan droping air kepada sejumlah wilayah yang dilanda kekeringan.

Seperti pada Kamis (31/10) pagi. Polres Purworejo menyuplai dua tangki air bersih berkapasitas 4 ribu liter/ tangki, untuk dua desa di Kecamatan Pituruh, yakni Desa Ngandagan dan Polowangi.

Secara seremoni, pemberangkatan bantuan air dilepas oleh Wakapolres Purworejo, Kompol Andis Arfan Taufani, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Purworejo, Pujiono, serta Direktur Perumda Air Minum Tirta Perwira Sari, Hermawan Wahyu Utomo.

Dijelaskan oleh Andis, bahwa penyaluran bantuan air bersih tersebut, merupakan kerjasama antara Polres Purworejo, Muhammadiyah, PDAM Purworejo, dan para mahasiswa yang ada di Purworejo, khususnya mahasiswa UMP.

“Beberapa waktu lalu, adik-adik mahasiswa ini mengkriti kebijakan pemerintah. Itu bagus sebagai kontrol sosial. Dan hari ini, sebagai aksi nyata, turun ke lapangan/masyarakat secara langsung untuk menyalurkan air bersih kepada yang membutuhkan,” jelas Andis, di sela-sela kegiatan.

Tiap hari, ungkap Andis, selalu dilakukan droping air ke sejumlah wilayah, yang dilakukan secara terjadwal. Dan ditargetkan, droping air ini mencapai 200 ribu liter, atau 50 tangki, hingga musim hujan tiba.

“Kita berharap, bantuan air bersih ini bermanfaat bagi masyarakat. Dan kerjasama antara Polres, Muhammadiyah, dan PDAM makin erat ke depannya,” ujar Andis.

Hal tak jauh beda juga dikatakan Pujiono. Agar bantuan air bersih tepat sasaran, maka dilakukan pemetaan. Melalui Pimpinan Cabang Muhammadiyah yang berkoordinasi dengan BPBD, supaya tidak terjadi miss, komunikasi.

“Semoga saja, bantuan air bersih yang diberikan membawakan berkah bagi masyarakat. Kita doakan, semoga segera turun hujan,” ujar Pujiono.

Sementara itu, Hermawan Wahyu Utomo mengaku sangat mendukung program-program yang dilakukan Polres Purworejo tersebut. Untuk jangka panjangnya, diharapkan semua pihak untuk berintegrasi, berpikiran kedepan, tak hanya cukup sampai di sini saja.

“Harus ada program yang terintegrasi, seperti Perhutani, Pemda, eksekutif, legislatif. Misalnya, Perhutani dengan menanam pohon-pohon untuk resapan air, sehingga bencana kekeringan bisa diantisipasi, dari Pemda ada political will untuk itu. Dan PDAM siap membackup,” ujar Hermawan. (Jon)