Bank Indonesia: Ekonomi Bali Perlahan Membaik

    


Bank Indonesia menggelar Simakrama Kepariwisataan dalam memperkuat peran kabupaten/Kota menghadapi tantangan Bali Era Baru di Tabanan pada Selasa (27/10/2020) - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Perekonomian Bali menunjukkan perbaikan di Triwulan ke-3. Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Rizki Ernadi Wimanda menjelaskan, kegiatan usaha di Bali sudah memperlihatkan kemajuan. Kapasitas produksi mencapai 67,6 persen. Namun, masih dibawah rata-rata tahun 2019 di angka 88,3 persen.

“Meski secara perlahan membaik, ekonomi domestik atau nasional mengalami pertumbuhan. Stimulus fiskal dan perbaikan ekspor sebagai indikatornya,” kata Rizki di Tabanan, Selasa(27/10/2020).

Rizki menambahkan, perekonomian global sudah memasuki fase pemulihan. Di sejumlah negara sudah mula melonggarjan aturan lockdown.

“Yang menarik adalah data yang cukup bagus. Prediksi Q3 on wards. Kalau melihat angka-angkanya mengarah kepada perbaikan,” ujarnya.

Sementara, Wagub Bali Cok Ace mengatakan, pandemi menyebabkan ekonomi yang mengandalkan pariwisata terpuruk. Corona terdeteksi di Bali pada Maret 2020. Saat itu, orang asing diketahui meninggal di sekitaran Jalan Imam Bonjol Denpasar.

“Kepulangan para tenaga kerja kita dari negara terdampak, menjadi trigger berkembangnya pandemi. Sehingga muncullah istilah imported case,” kata Cok Ace.

Dampak pandemi, lanjut Cok Ace, tidak hanya berpengaruh di sektor kesehatan tapi juga ekonomi, sosial budaya dan keamanan.

“Beberapa daerah banyak terjadi kasus kriminal, setelah ditelusuri ternyata karena pandemi,” kata Cok Ace.

Bank Indonesia menggelar simakrama Kepariwisataan dalam memperkuat peran kabupaten/Kota menghadapi tantangan Bali Era Baru. Simakrama dipusatkan di Tabanan pada Selasa (27/10/2020)

Acara diikuti oleh Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf R. Kurleni Ukar, Deputi Bank Indonesia Provinsi Bali Rizki Ernadi Wimanda, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Putu Astawa, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ketut Suarjaya, Sekda Kabupaten Tabanan dan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Jembrana. (Tok)