Bank Dunia Fokus Pertumbuhan Ekonomi Negara Berkembang

    


Gedung pertemuan Spring & Annual Meeting 2019 di Washington DC, Amerika Serikat - foto: Deddi Rochendy/channelbali.com

KORANJURI.COM [Washington DC] – Bank Dunia diharapkan fokus dalam memberikan solusi untuk pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang. Permasalahan itu dibahas dalam pertemuan tahunan Bank Dunia di Washington DC pada 14-20 Oktober 2019.

Presiden Bank Dunia David Malpass mengatakan, akan terjadi lonjakan ekonomi di negara-negara berkembang. sejak beberapa tahun lalu, kata Malpass, kewirausahaan yang dibantu kebijakan regulasi yang sehat, akan membuat terobosan ekonomi di negara-negara tersebut.

“Pengusaha harus mampu memicu industri baru yang memberikan manfaat nyata kepada masyarakat. Bank Dunia memainkan peran penting di beberapa titik dalam penciptaan sistem ekonomi dan Perbankan yang kuat. Tujuannya, untuk segera mengakhiri kemiskinan dan mencapai pertumbuhan ekonomi guna mencapai kesejahteraan bersama,” jelas David Malpass di Gedung Bank Dunia Washington DC, Amerika Serikat, Rabu 26 Oktober 2019.

Menurutnya, pengurangan kemiskinan adalah langkah besar di banyak negara. Namun, 700 juta orang masih hidup dalam kemiskinan. Sekitar 1 dari 12 orang di dunia justru hidup dibawah garis kemiskinan.

“Dan inilah yang menjadi fokus utama Bank Dunia, untuk mencarikan solusi secepatnya,” ungkap Malpass.

Pertumbuhan ekonomi global sedang melambat. Bank Dunia memperkirakan bahwa ekonomi global pada tahun 2019 akan tumbuh sebesar 2,6% atau menjadi laju pertumbuhan ekonomi paling lambat dalam 3 tahun terakhir. Malpass menambahkan, hal itu diakibatkan ketidakpastian perdagangan di banyak negara berkembang.

Sedangkan tenaga kerja dunia diperkirakan tumbuh 620 juta orang di 2020 hingga 2035.

“Sebagian besar pertumbuhan tersebut berada di negara-negara berkembang,” terang David Malpass.

(Dedy Rochendi/channelbali.com/*)