Banjir Purworejo, 17 Orang Dinyatakan Hilang

    


Banjir setinggi pinggang orang dewasa merendam pemukiman warga disejumlah desa di wilayah Purworejo saat hujan lebat yang terjadi Sabtu, 18 Juni 2016 - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Hujan deras yang mengguyur wilayah Purworejo, sejak Sabtu siang (18/6) hingga malam, menyebabkan sejumlah wilayah mengalami musibah banjir dan tanah longsor. Berdasarkan data dari posko BPBD, sedikitnya 17 orang dinyatakan hilang.

Sejumlah sungai dilaporkan meluap, hingga menyebabkan banyak wilayah mengalami banjir. Sungai Mranti yang ada di wilayah Kecamatan Purworejo meluap, mengakibatkan jembatan Mranti putus, dan 10 orang terseret banjir.

Ratusan warga di beberapa desa di Kecamatan Bayan, Pituruh, Bagelen dan Purwodadi juga terjebak banjir setinggi 1,5 meter. Banjir juga melanda kampus AKBID di Jl Ring Road selatan, hingga mengakibatkan sejumlah sepeda motor terendam. Luapan sungai Bogowonto juga mengakibatkan jalan raya Purworejo-Yogyakarta tergenang air, hingga menyebabkan arus lalu lintas menjadi terganggu.

Hujan yang terus menerus juga mengakibatkan sejumlah wilayah mengalami longsor. Di Desa Pacekelan, Kecamatan Purworejo dua rumah dilaporkan tertimpa tanah longsor. Satu orang dinyatakan hilang, dan beberapa orang dirawat di RS Panti Waluyo karena mengalami luka-luka. Longsor menimpa rumah juga terjadi di Desa Sumowono, Kecamatan Kaligesing, serta  dusun Caok, Karangrejo, Loano.

Longsor juga mengakibatkan sejumlah ruas jalan tertutup total karena tertimbun tanah. Hal itu terjadi di  ruas jalan provinsi menuju ke Yogyakarta, tepatnya di Desa Kaliharjo, Dukuh Jetis Desa Kaligono dan Tlogoguwo, Kecamatan Kaligesing.  Jalan kabupaten antara Somongari-Kemanukan di Dusun Kedungprengguk,  Desa Somongari,  juga tertutup total.

“Di sejumlah wilayah juga gelap gulita karena listrik padam. Hal ini juga menyulitkan proses evakuasi,” ujar Budi Harjono, Kepala BPBD Purworejo, Minggu (19/6).
 
 
Jon