Bangun Kedisiplinan, Siswa SMPN 12 Purworejo Ikuti Program Bela Negara

    


Siswa-siswi kelas VII SMP N 12 Purworejo, saat mengikuti latihan baris berbaris, dalam program bela negara, Senin (24/9) hingga Rabu (26/9), di alun-alun Kutoarjo - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Sebanyak 192 siswa kelas VII SMP N 12 Purworejo, mengikuti kegiatan Program Bela Negara, yang dilaksanakan selama tiga hari, dari Senin (24/9) hingga Rabu (25/9). Dalam hal ini, empat personil dari Brimob Kutoarjo dilibatkan sebagai instruktur.

Selama tiga hari berturut-turut, siswa digembleng. Kegiatan diawali dengan breefing pada pukul 07.00 WIB, dan dilanjutkan dengan latihan baris berbaris di alun-alun Kutoarjo. Dengan serius, siswa mengikuti bimbingan dan arahan instruktur. Untuk motivasi dan memberikan semangat, siswa meneriakkan yel-yel.

“Ini bagian dari pendidikan karakter. Kegiatan bela negara ini, dimaksudkan untuk membangun jiwa nasionalisme, terutama membangun kedisiplinan siswa,” jelas Hidayat Nurhamid, MPd, Kepala SMP N 12 Purworejo, Selasa (25/9).

Dengan mengikuti kegiatan ini, kata Hidayat, siswa bisa menerapkan jiwa disiplin, selama menjadi siswa di SMP N 12 Purworejo. Dan harapannya, semua siswa memiliki karakter disiplin.

Program bela negara, ungkap Hidayat, merupakan salah satu dari kegiatan jeda semester di SMP N 12 Purworejo. Dikarenakan jumlah siswa banyak, kegiatan jeda semester yang dilaksanakan selama tiga hari ini, dibedakan menjadi beberapa kegiatan sesuai jenjangnya.

“Kelas VII, mengikuti program bela negara. Kelas VIII, ada program One BOS (One Book One Student). Dan kelas IX, ada kegiatan class meeting,” terang Hidayat.

Pada program One BOS, kata Hidayat, diharapkan siswa bisa membuat buku. Dalam hal ini, pihak sekolah mendatangkan tim dari Teacher Development Institut Solo, untuk memberikan pelatihan.

Sebanyak 223 siswa kelas VIII mengikuti program One BOS. Mereka dibagi-bagi menjadi perkelompok. Pada hari pertama dan kedua, siswa menerima arahan dari pembimbing, untuk memunculkan ide-ide, yang dituangkan dalam sinopsis/cerita.

Materi dari sinopsis ini, tentang karya populer, bisa dari pengalaman sehari-hari, kegiatan di sekolah, atau sejarah desa dari masing-masing siswa.

Hidayat Nurhamid, MPd, Kepala SMPN 12 Purworejo - foto: Sujono/Koranjuri.com

Hidayat Nurhamid, MPd, Kepala SMPN 12 Purworejo – foto: Sujono/Koranjuri.com

Selanjutnya, secara online, siswa akan menerima bimbingan, sampai bukunya jadi dan diterbitkan, dan ber ISBN (International Standard Book Number/ Angka Standar Buku Internasional), sehingga memiliki kelayakan untuk dijual.

“Dalam tiga hari, diharapkan siswa bisa menghasilkan satu karya buku yang sudah jadi, minimal 100 lembar,” ujar Hidayat.

Harapannya, kata Hidayat, dengan memiliki produk, nantinya bisa dipasarkan dalam suatu kegiatan. Dengan adanya kegiatan literasi ini, anak bisa membuat buku, dan berbagai kompetensi siswa bisa didapatkan. Dan dijamin, dari hasil karya ini akan diterbitkan.

Kegiatan jeda semester ini, menurut Hidayat, dilaksanakan usai siswa menjalani UTS (ulangan tengah semester). Kegiatan ini bisa menjadi sarana bagi siswa untuk refreshing.

“Kegiatan jeda semester ini akan diakhiri dengan jalan santai bersama pada hari keempat, Kamis (27/9),” pungkas Hidayat. (Jon)