Bandara Ngurah Rai Ketat Siapkan Prosedur Kesehatan Sambut Wisatawan

    


Penumpang di Bandara Ngurah Rai melakukan rapid test Antigen, Senin, 21 Desember 2020 - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – H-4 Libur Natal, PT. Angkasa Pura I (Persero) Bandara Ngurah Rai Bali sudah menyambut kedatangan wisatawan dengan protokol kesehatan yang ketat, Senin, 21 Desember 2020.

Pengetatan pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) itu sesuai Surat Edaran Gubernur Bali No 2021 Tahun 2020, yang dikuatkan Surat Edaran No. 3 Tahun 2020 itu yang dikeluarkan oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19.

Relation Manager PT Angkasa Pura Ngurah Rai, Bali, Taufan Yudhistira mengatakan, setiap orang yang melaksanakan perjalanan melalui udara wajib menunjukan hasil tes PCR negatif. Terkecuali, penumpang yang berasal dari daerah yang belum punya fasilitas PCR yang tetap diberikan akses masuk ke Bali.

Dengan persyaratan, begitu mendarat, mereka wajib melakukan test rapid antigen di pintu kedatangan.

“Kami telah menyiapkan lokasinya di pintu keluar kedatangan domestik, khusus untuk penumpang yang berasal dari daerah yang belum punya fasilitas PCR,” kata Taufan, Senin, 21 Desember 2020.

Selain itu, pihak bandara mempunyai tim khusus untuk mengatur pergerakan orang ketika tiba di bandara Ngurah Rai. Tim ini bertugas mengingatkan untuk menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun atau handsanitizer, dan memakai masker dengan benar.

Dari data yang ada, pada 16 Desember, wisatawan domestik yang mendarat melalui Bandara Ngurah Rai sebanyak 10.020 orang. Pada 17 Desember meningkat menjadi 13.473 orang.

Sedangkan pada 18 Desember, terjadi penurunan jumlah penumpang menjadi 6.102 orang. Kemudian, pada 19 Desember 2020, kunjungan ke Bali hanya 5.318 orang. Pada 20 Desember 2020 kemarin, sedikit mengalami peningkatan menjadi 6.289 orang.

Sedanhkan, arus wisatawan domestik yang keluar pada 16 Desember 2020 sebanyak 7.494 orang. Pada 17 Desember naik menjadi 8.170 orang. Sedanhkan, 18 Desember 2020 menurun menjadi 7.171 orang. 19 Desember sebanyak 7.018 orang, dan 20 Desember 2020 kembali meningkat menjadi 9.163 orang.

“Kedatangan wisatawan domestik didominasi oleh wisatawan yang berasal dari Jawa, terutama Jakarta dan Surabaya,” kata Taufan. (Way)